Depok.suara.com, Korban pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi Kota Depok meminta keadilan terkait ganti rugi yang diterimanya.
Salah satunya yang merasakan hal itu adalah keluarga Muhammad Sanusi, selaku ahli waris yang mengaku sebagai pemilik lahan dengan luas sekira 4.620 meter per segi di kawasan Kelurahan Limo Depok, bagian dari lokasi proyek Tol Cijago Seksi III, Depok.
Menurut kuasa hukum Sanusi, Daniel Syuchayadi, sang ahli waris tadinya memiliki lahan dengan luas sekira 9.180 meter per segi. Namun sebagian telah dijual pada perusahaan swasta, dan ada pula yang dihibahkan.
Akhirnya, kata Daniel, lahan keluarga Sanusi tersisa sekira 4.620 meter per segi di lahan proyek Tol Cijago Seksi III, Kelurahan Limo, Depok.
“Total awal lahan milik ahli waris 9.180 meter per segi, cuma yang ada di girik 4.620, sisanya sudah dijual dan dihibah-hibahkan. Cuma ternyata diambil semuanya oleh perusahaan tersebut,” jelasnya pada awak media di lokasi sengketa lahan pada Minggu, 11 September 2022.
“Nah itu yang jadi kendala, kan ini yang sisa kena pembebasan tol,” sambungnya.
Daniel menegaskan, bahwa terkait persoalan ini, pihaknya sudah megajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Depok dengan nomor perkara 234 PDTG 2022.
Adapun tuntutannya adalah agar dana ganti lahan di konsinyasikan (tindakan memberikan suatu barang kepada pihak lain untuk dijual kepada pembeli yang belum dipastikan keberadaannya).
“Sehingga kita meminta pada pihak tol untuk dikonsinyasikan dana ganti untung ini. Cuma sampai saat ini belum dilakukan konsinyasi itu, sedangkan lahan ini sudah sebagian sudah digunakan pihak tol,” tuturnya.
Baca Juga: Tak Main-main, Ini Bunyi Surat Deolipa ke Kapolri
Daniel memastikan, bahwa kliennya itu tidak berniat untuk menghambat proyek pembangunan tol, akan tetapi diduga di hibahkan dan diambil perusahaan.
Sebab, pihaknya sadar betul itu adalah bagian dari proyek strategis pemerintah yang harus didukung.
“Tapi kita ingin ganti untung ini dititipkan sampai prosesnya berkekuatan hukum tetap di Pengadilan Negeri Depok,” tegasnya.
Menurut dia, harga perlahan di kawasan ini nilainya Rp 8 juta per meter.
“Berarti yang harus dibayarkan cukup banyak, ya tinggal kalikan saja,” ujarnya.
“Prinsipnya kita tidak menghambat proses pembangunan tol, kita mendukung, tapi kita mohon untuk dikonsinyasikan ganti untung tersebut ke pengadilan,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Investasi Bodong Rp25 Miliar Terbongkar di Banyumas, Modus Janjikan Untung Besar
-
Negara BIsa Kehilangan Triliunan Penerimaan Negara dari Industri Rokok
-
Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir
-
Gambir Siaga! 1.045 Polisi Kawal Demo Mahasiswa Paniai dan Front Anti Militerisme
-
Mutasi Besar-besaran Jajaran Polda Riau, Berikut PJU dan Kapolres yang Diganti
-
Iran Serukan Negara Tetangga Blokir Pesawat Tempur Asing Demi Kedamaian di Timur Tengah
-
Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney
-
Pernah Mengguncang Tanah Bugis, Inilah Rahasia di Balik Tari Pajoge Angkong
-
HP Layar Gulung Samsung Makin Dekat, Galaxy Z Slide Disebut Meluncur 2028 Berukuran 10 Inci?
-
Evakuasi Berjam-jam Pakai Alat Berat, Balita di Tebet Tewas Terperosok Lubang Proyek 4 Meter