Depok.suara.com, Civitas akademika dan alumni FIK UI bersama-sama melakukan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dengan pemberdayaan care partner dalam upaya meningkatkan hasil perawatan pada pasien di RSUD Komodo Labuan Bajo.
Kegiatan ini dihadiri oleh 15 perawat dari berbagai unit kerja di RSUD Komodo Labuan Bajo sebagai peserta.
Tim Pengabdi dalam kegiatan ini mengingatkan kembali kepada perawat di RSUD Komodo Labuan Bajo terkait konsep Patient Centered Care (PCC) yang diatur pada Standar Akreditasi RS, KMK 1128. tahun 2022.
Perawat perlu melibatkan dan memberdayakan keluarga dalam hal ini sebagai care partner terutama pada pasien-pasien dengan penyakit kronik.
Pemberdayaan care partner ini tujuannya adalah peningkatan kualitas hidup pasien.
Berbagai kebutuhan care partner yang perlu perawat ketahui yaitu pengetahuan dan kebutuhan informasi, kebutuhan dukungan (bio-psiko-sosial-kultural-spiritual), kebutuhan care partner self-care, dan kebutuhan dari penerima perawatan.
“Perawat perlu mengingat bahwa setiap edukasi yang dilakukan oleh perawat kepada pada care partner harus senantiasa didokumentasikan” tutur Prof Roro selaku ketua tim pengabdi. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermaanfaat untuk perawat di RSUD Komodo Labuan Bajo.
Tim pengabdi dan peserta tergabung dalam sebuah group pada media komunikasi untuk berbagi informasi dan diskusi dengan perawat sehingga program kegiatan care partner dapat berjalan di RSUD Komodo Labuan Bajo.
Rencana tindak lanjut dari kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat ini yaitu pada pengabdian selanjutnya tim pengabdi dan RSUD Komodo Labuan Bajo bersama-sama melakukan pemberdayaan care partner di rumah sakit.
Kegiatan ini sepenuhnya didukung penuh oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia.
Baca Juga: Istri Diduga Selingkuh dengan Dua Polisi, Bripka SA Lapor Propam Kini Kasusnya Sedang Diselidiki
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
Sidang Nadiem Mati Lampu Pas Buka Bukti Kunci, Netizen Cium Sabotase
-
5 Skin Booster Toner untuk Hidrasi Maksimal hingga Lapisan Kulit Dalam
-
Erin Taulany Ganti Pengacara, Sebut Sunan Kalijaga Tak Profesional
-
Dicecar Pertanyaan Wartawan, Iwan Tuaji Tetap Bungkam Saat Masuk Ruang Pemeriksaan
-
Harga Jual Mobil Hybrid Bekas Terbukti Lebih Stabil Dibandingkan Mobil Listrik
-
IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN
-
DPR Usul Kepemilikan Klub Sepak Bola oleh Polri Diatur Demi Jaga Netralitas
-
Fajar Alfian Akui Penampilan Terburuk Bersama Fikri Usai Tersingkir di Indonesia Open 2026
-
Momen Haru Siaran Terakhir Hard Rock FM Bandung Setelah 25 Tahun Mengudara
-
Nasib Dadan Hindayana dan Kontroversi Pengadaan Motor Listrik Rp 2 Triliun