Depok.suara.com, Pasar Tradisional di Kota Depok dan Jawa Barat akan menerapkan digitalisasi, dimana pembayarannya tidak menggunakan uang tunai atau Cashless.
Demikian dikatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mengunjungi Pasar Sukatani, Tapos.
Kemudian, di dalam Pasar Sukatani, Ridwan Kamil mencoba berbelanja tempe dengan pembayaran secara QRis di sebuah lapak pasar tersebut.
Ridwan terlihat bertandang ke salah satu kios yang ada di Pasar Sukatani.
Ia bertanya terkait kenaikan harga hingga gaya berbelanja masyarakat yang sudah mulai berubah dari manual ke digital.
Ridwan juga mempraktikkan penggunaan aplikasi digital untuk membayar barang yang dibeli.
"Kami mengajak masyarakat belanja tanpa menggunakan uang tunai atau cashless," katanya.
Dia menambahkan Zaman sekarang kalau tidak digital ketinggalan zaman.
"Cuma tadi saya tanya 'Bu, oh masih ada setengahnya pakai cash'. Jadi suatu hari dalam 2-3 tahun seperti pindahnya HP jadul jaman dulu ke smartphone,"katanya.
Baca Juga: Portugal Dikandaskan Spanyol di Nations League, Fernando Santos: Sepak Bola Kadang Tak Adil
Dia menambahkan seluruh pasar rakyat di Jawa Barat dimaksimalkan untuk penerapan digitalisasi, tak terkecuali di Kota Depok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit
-
Mind Corner di Liga Universitas 2026, Ruang Menyadari Pentingnya Kesehatan Mental dan Perdamaian
-
Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Berulang Kali Digosipkan Pencucian Uang hingga Suap, Raffi Ahmad Trauma Bekerja di Pemerintahan?
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?