/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 11:38 WIB
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat pada saat memberikan keterangan kepada media, di Kabupaten Malang, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Humas Polres Malang)

Depok.suara.com - Tragedi Kanjuruhan menyebabkan korban jiwa meninggal hingga 131 orang. Karena kejadian tersebut Kapolri Listyo Sigit Prabowo mencopot AKBP Ferli Hidayat dari jabatannya sebagai Kapolres Malang.

Tetapi baru-baru ini beredar video ketika AKBP Ferli Hidayat memberikan instruksi ke anggotanya, lima jam sebelum pertandingan Arema vs Persebaya yang berakhir dengan tragedi Kanjuruhan.

Pada video yang beredar tersebut AKBP Ferli Hidayat memberikan instruksi ke anggotanya di dalam tribun stadion Kanjuruhan.

"Tolong tidak ada satu pun anggota yang membawa senjata. Jadi kalau masih ada baik bintara senior maupun perwira, tolong segera diamankan dahulu," seru AKBP Ferli dengan lantangnya.

AKBP Ferli juga mengimbau berkali-kali ke anggotanya untuik tidak melakukan kekerasan yang bersifat eksesif (melampaui kebiasaan).

"Seperti apapun nanti dinamikanya, tolong jangan sampai kita melakukan kekerasan yang eksesif. Sesuaikan saja ancaman yang kita hadapi dengan penggunaan kekuatan yang kita miliki," seru Ferli.

"Mohon bantuan rekan-rekan perwira, lakukan pengawasan dan pengendalian penuh terhadap rekan-rekan anggotanya," tegasnya.

Tidak ada intruksi gas air mata

Sebelumnya Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyebutkan 
AKBP Ferli Hidayat tidak memberi perintah langsung untuk anggotanya menembakkan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang pada malam berdarah 1 Oktober 2022.

Baca Juga: Kamera Xiaomi 12T Pro Tak Bawa Nama Leica, Kenapa?

Menurut Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto, pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada Kapolres Malang nonaktif terkait penggunaan gas air mata untuk mengurai massa.

"Tidak ada perintah dari kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan tindakan excessive dengan gas air mata, tidak ada," ucap Wahyu.

Load More