Depok.suara.com - Ari Rahman menjadi sosok yang dicari oleh warganet karena diduga sebagai pelaku penusukan anak berinisial PS (12) di Jalan Mukodar, Cibeureum, Cimahi. Tetapi diduga info tersebut hoax.
Berita mengenai Ari Rahman sebagai pelaku penusukan beredar di berbagai media sosial. Bahkan foto dan akun Facebooknya disebar oleh beberapa oknum tak bertanggung jawab.
Tidak ingin masalah ini melebar, Ari Rahman pun mengklarifikasi bahwa dirinya membantah tuduhan sebagai pelaku penusukan terhadap wanita tersebut.
Dirinya menyampaikannya melalui unggahan video klarifikasi yang dibagikan oleh akun Instagram @Infojawabarat, Ari menegaskan tidak tahu menahu atas kejadian tersebut.
Dirinya berdalih ketika kejadian sedang bekerja di daerah Sukajadi, sementara itu baru mengetahui saat foto dan akun Facebooknya tersebar luas di media sosial atas dugaan pelaku pembunuhan perempuan berinisial PS (12) tersebut.
Karena tersebarnya info pribadinya, Ari Rahman merasa tidak tenang, lantas jika tidak bertindak untuk membenarkan info yang beredar akan dituntut sesuai ketentuan hukum.
"Saya sangat terpukul dengan menyebarnya berita bohong/hoax tersebut dan saya akan menuntut pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut di muka hukum dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku, sampai saya tidak tenang pak, pekerjaan berkeliling mengantarkan pesanan dan barang orang lain, saya khawatir tiba-tiba saya ditangkap dan dihakimi masyarakat,” ujar Ari.
Ari kemudian melanjutkan bahwa saat kejadian dia baru pulang bekerja pada pukul 21.00 WIB dan hal tersebut juga dibenarkan oleh Dewi (44) sebagai pimpinan ditempat Ari bekerja.
Ia juga selaku pimpinan Ari merasa geram atas tuduhan terhadap karyawan kerjanya tersebut.
Baca Juga: NasDem-PKS-Demokrat Mulai Bahas Kriteria Cawapres yang Cocok untuk Anies Baswedan
“Dia kerja pulang jam sembilan malam dan sebelum pulang anak itu mengantar saya pulang dulu. Dan itu yang menyebarkan fotonya benar-benar keterlaluan dan perlu ditindak oleh Kepolisian,” ujar Dewinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Zodiak yang Beruntung Mulai 25 Juni: Keuangan Taurus hingga Capricorn Mulai Membaik
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
Sisi Gelap Sirkus Media di Serial Dokumenter Michael Jackson: The Verdict
-
70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap