Depok.suara.com - Sampai saat ini para ilmuwan dan peneliti masih mengorek informasi dari Planet Merah alias Mars. Belum lama ini, telah ditemukan batuan yang aneh dari planet tersebut. Dikabarkan, batuan ini dapat membuat manusia dan babi muntah itu disebut Lafayette.
Dikutip dari Space, Lafayette diledakkan dari permukaan Mars jutaan tahun yang lalu dan akhirnya melesat ke Bumi, dan dibawa untuk diteliti ke Universitas Purdue di Indiana pada 1931. Batu hitam halus yang tidak biasa itu diidentifikasi sebagai meteorit murni.
Namun, bagaimana Universitas Purdue sampai memiliki batu itu dan siapa yang mengirimkannya ke universitas tidak diketahui selama 90 tahun.
Sekarang, para ilmuwan yang menganalisis meteorit tersebut mengatakan terdapat senyawa aneh yang ditemukan di dalamnya dan bisa menjadi petunjuk yang memecahkan kasus tersebut.
Satu kisah penemuan potensial untuk batu ruang angkasa Lafayette dilaporkan oleh kolektor meteorit Harvey Nininger pada 1935. Dia mengatakan, seorang siswa yang melihat tanah meteorit itu di kolam saat dia tengah memancing, mengambil batu itu, dan menyumbangkannya ke universitas.
Namun, tak banyak bukti yang mendukung kisah penemuan itu, sehingga pada 2019 tim peneliti yang dipimpin oleh ine O'Brien, seorang ilmuwan planet di Universitas Glasgow di Skotlandia, mulai memecahkan misteri ini.
"Lafayette adalah sampel meteorit yang benar-benar indah, yang telah mengajari kita banyak tentang Mars melalui penelitian sebelumnya," kata O'Brien dalam sebuah pernyataan.
Ia menjelaskan, Lafayette sangat terpelihara dengan baik, yang berarti itu pasti telah ditemukan dengan cepat setelah mendarat di Bumi.
O'Brien mencatat ketika meteorit ditinggalkan dalam jangka waktu yang signifikan, lapisan luarnya akan hilang dan mereka mengumpulkan kontaminan terestrial yang dapat mengurangi nilai penelitian.
Baca Juga: Hari Uang Nasional: ShopeePay Dorong Transformasi Uang Tunai ke Digital
"Kombinasi yang tidak biasa dari perlindungan cepat Lafayette dari unsur-unsur dan jejak kecil kontaminasi, diambil selama waktu singkat di lumpur adalah hal yang menunjang penelitian ini," katanya.
Tim mulai menyelidiki dengan menghancurkan sampel kecil meteorit dan menganalisisnya dengan spektrometer, instrumen untuk menganalisis kandungan kimia unik dari unsur dan senyawa.
O'Brien mencari molekul organik yang dapat mengindikasikan batu itu pernah ada di Mars, tetapi apa yang ditemukan oleh ilmuwan planet ini jelas bersifat terestrial.
Di antara ribuan senyawa, ilmuwan menemukan deoxynivalenol (DON), racun yang ditemukan dalam jamur yang tumbuh pada tanaman seperti jagung dan gandum. DON menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, terutama babi.
O'Brien menyebutkan deteksi DON kepada seorang rekan yang akrab dengan kisah penemuan Lafayette, mencatat DON bisa ada di meteorit melalui debu dari tanaman, dan menjalar ke sekitar tempat batu itu di Kabupaten Tippecanoe, Indiana.
Tim tersebut menghubungi para peneliti di departemen agronomi dan botani Universitas Purdue, untuk menentukan seberapa lazim jamur yang membawa DON berada di wilayah tersebut sebelum tahun 1931, ketika asal-usul meteorit itu ditentukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK
-
Jadwal Lengkap Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih, Pendaftaran Cuma 10 Hari
-
Perang Bukan Solusi: Menilik Pesan Nostra Aetate di Tengah Perseteruan AS-Iran
-
Cara Cek PIP Lewat HP: Ini Persyaratan untuk Pencairan Dana Program Indonesia Pintar
-
Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel
-
Bupati Barru dan Sidrap Diperiksa Kasus Proyek Bibit Nanas, Kejati Sulsel Kejar Aktor Intelektual
-
Kelola Selat Hormuz, Iran Proyeksikan Pendapatan Hingga Rp258 Triliun
-
Debut Pelatih di Thomas Cup 2026, Hendra Setiawan Akui Lebih Pusing Daripada Jadi Pemain
-
Waspadai Dewa United, Eliano Reijnders Soroti Ivar Jenner
-
Honor MagicBook 14 2026 Rilis dengan RAM 32 GB, Jadi Pesaing MacBook