Depok.suara.com, Sebanyak 80 persen Sekolah Dasar di Kota Depok sudah menerapkan program Kurikulum Merdeka, dan sisanya 20 persen belum melaksanakan.
Demikian dikatakan Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Depok Syahril Simamora saat ditemui wartawan pada kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka di SDIT Darul Abidin Beji Timur Depok.
Dia menambahkan di Kota Depok ada 414 Sekolah Dasar, dimana 380 sudah sekolah merdeka, sementara sisanya masih ada yang menerapkan kurikulum tiga belas.
"Untuk saat ini sudah ada 80 persen yang jalankan kurikulum Merdeka sementara sisanya belum, masih kami tunggu,"katanya.
Dia menambahkan ada sekolah yang masih belum menjalankan kurikulum merdeka karena masih memiliki kendala.
Salah satu kendala masih ada guru yang belum mengerti akan impelementasi kurikulum merdeka itu sendiri.
"Kalau kami tanya di sekolah mengapa mereka belum jalankan kurikulum merdeka jawabannya masalah Sumber Daya Manusia," katanya.
Terkait hal itu pihaknya mengajak perwakilan guru di Depok untuk melihat pelaksaan Kurikulum Merdeka di SDIT Darul Abidin.
"Kami ajak perwakilan guru agar mereka mengetahui tentang projet penguatan Kurikulum Merdeka,"katanya.
Baca Juga: Ditolak Ashanty, Anang Hermansyah Ngaku Jatah Ranjang Berkurang Gara - gara ini
Kurikulum Merdeka ini memberikan keleluasaan kepada peserta didik, guru dan sekolah dalam mengembangkan rencana pembelajarannya, yang diharapkan dapat menjadi media edukatif, transformasif yang mana pembelajarannya lebih relevan dan interaktif.
Siswanya ditargetkan untuk menjadi pelajar pancasila, sedangkan untuk pendidiknya menjadi guru penggerak, lalu prosesnya disebut dengan Kurikulum Merdeka.
Sedangkan, untuk sekolahnya disebut dengan Sekolah Merdeka. Jadi, semuanya saling berkaitan untuk menciptakan pendidikan yang bermutu, karena setiap orangnya memiliki peran.
"Kami harap Sekolah Dasar baik swasta dan negeri di Depok pada tahun 2023-2024 sudah menerapkan Kurikulum Merdeka,'katanya.
Di lokasi sama Wakil Kepala SDIT Darul Abidin Ganelia kepada wartawan menambahkan kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka.
"Kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini kami lakukan selama satu minggu,"katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Grace Natalie Siap Tanggung Jawab Buntut Video JK: Tak Ada Pelanggaran Hukum
-
Andrie Yunus Tolak Hadiri Sidang Kasus Penyiraman Air Keras
-
Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede
-
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
TAUD Curiga Sidang Militer Jadi Ajang Jebak Andrie Yunus Saat Hadir Bersaksi
-
Pesan Mendalam Kang Dedi untuk Bobotoh: Jangan Nodai Kemenangan Persib dengan Keributan
-
5 Serum Mengandung Glycolic Acid untuk Menghilangkan Noda Hitam, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
Bayar Stafsus Pakai Uang Pribadi, Nadiem Ngaku Rugi Tiap Bulan Selama Jadi Menteri