/
Senin, 21 November 2022 | 16:56 WIB
Potret atap salah satu ruang kantor UPT Cipayung Depok usai gempa (Depok/ah)

Depok.suara.com, Getaran gempa bumi berkekuatan 5,6 SR di Kabupaten Cianjur sangat terasa di Kota Depok, alhasil akibat getaran tersebut atap plafon salah satu ruang kantor UPT Damkar Cipayung ambrol. 

"Ya katanya gara gara gempa atap plafon di ruang kasubag ambrol,"ucap salah satu pegawai damkar yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, getaran  gempa bumi tersebut juga membuat seluruh pegawai Aparatus Negeri Sipil (ASN) yang bekerja di Balaikota berhamburan keluar. 

 Salah satu ASN Kota Depok  Agus mengatakan guncangan sangat terasa hingga sampai di lantai 7 Gedung Baleka 2 di Balaikota Depok semua bergetar. 

"Semua pegawai termasuk saya yang ada di lantai tujuh langsung turun menyelamatkan diri keluar gedung karena gempa yang cukup terasa getarannya sampai dalam gedung," ujarnya.

"Karena pada panik semua pada jalan keluar melalui tangga darurat tidak ada yang melewati lift," sambungnya. 

Sementara itu, Pegawai lainnya Sani mengatakan, karena guncangannya lumayan besar, jadi semua pegawai langsung lari ke luar karena panik.

Dirinya mengungkapkan bahwa dia turun dari lantai tujuh Gedung Baleka II Pemkot Depok melalui tangga darurat.

“Saya langsung berlari dari lantai tujuh lewat tangga darurat, karena tidak ada yang berani lewat lift,” katanya.

Baca Juga: Simak! Aturan Penetapan UMP 2023 Mundur Sampai Batas Waktu Ini

Dia menyebut saat itu pun tangga darurat sangat ramai dan dirinya juga turun hanya membawa ponsel saja. 

“Tidak sempat bawa apa-apa, lagi kerja langsung lari saja cuma bawa ponsel doang,” katanya.

Load More