/
Rabu, 07 Desember 2022 | 18:53 WIB
Resesi Seks adalah fenomena Seks yang kian menurun

Depok.suara.com - Resesi Seks, apa itu resesi Seks adalah fenomena seks yang kian menurun. Resesi Seks sudah dialami berbagai negara seperti Korea Selatan hingga Singapura.

Resesi Seks ini bagaikan hantu, beberapa negara sidah mengalami fenomena Resesi Sex seperti Amerika Serikat, Rusia,  Australia dan Turki.

Semenjak fenomena ini ada, Korea Selatan lah yang paling berdampak, Korea Selatan mengalami penurunan kesiburan hingga 0,81 persen.

Resesi sex pertama kali di umumkan oleh penulis Kate Julian di The Atlantic pada tahun 2018.

"Beberapa ahli yang saya ajak bicara menawarkan penjelasan yang lebih lengkap terkait penurunan seks. Misalnya, tingkat pelecehan seksual masa kanak-kanak yang menurun dalam beberapa dekade terakhir, dan pelecehan dapat mengakibatkan perilaku seksual dewasa sebelum waktunya dan seks bebas," tulis Julian di The Atlantic.

Resesi seks dapat mengakibatkan penurunan populasi dalam suatu negara.

Namun Resesi Seks tidak berpengaruh di Indonesia,  Indonesia nampaknya lebih banyak kasus perceraian dan tidak berdampak pada fenomena ogah Seks tersebut.

"Pada 2021 angkanya (perceraian) nambah lagi jadi 580 [ribu]. Dengan tingginya orang bercerai, potensi resesi seks ini bisa terjadi," kata Hasto pada Antaranews.

Baca Juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Eks Napi Terorisme, SETARA Kritik Deradikalisasi BNPT

Load More