Depok.suara.com - Jerome Polin mendapat banjir kritikan dari warganet akibat videonya yang dianggap membuat lelucon atas kematian pasien. Namun, saat ini Jerome buka suara dan meminta maaf atas tindakannya yang telah menyinggung.
“Halo, terkait permasalahan yang terjadi belakangan ini, aku mohon maaf ya jika ada yang tidak berkenan atau menyinggung,” kata Jerome dalam sebuah cuitan yang diunggahnya, Ahad (26/2/2023) malam.
Diketahui, Jerome Polin memang tidak disukai ileh WNI yang berada di jepan. Hal inj dibagikan oleh warganet lewat akun twitter mereka.
Berawal dari cuitan seorang perempuan melalui akun Twitter @sisthaaaaa yang mengungkapkan ada banyak WNI yang tinggal di Jepang tidak menyukai Jerome. Para WNI tersebut tidak menyukai sikap Jerome yang sering mengambil konten di tempat umum tanpa memberikan privasi pada warga di sana dan acapkali menggeneralisasikan informasi tentang Jepang.
“Well.. teman-teman orang Indonesia yang juga tinggal di Jepang banyak yang anti-Jerome. Kebanyakan karena dia dianggap ‘KY’ terutama saat ngonten di public space. Terus juga sering menggeneralisasi ketika memberi info soal Jepang.” Cuit akun Twitter @sisthaaaaa.
Karena sikapnya itu, konten kreator yang seringkali mengedukasi tentang matematika ini mendapat julukan KY. KY merupakan salah satu istilah bahasa gaul di Jepang. KY adalah singkatan Kuuki Yomenai. Huruf K merujuk pada Kuuki sementara Y merujuk pada kata Yomenai.
Jika kedua kata tersebut diartikan maka K atau Kuuki bermakna udara, sedangkan Y atau Yomenai bermakna tidak bisa membaca. Di Jepang sendiri, istilah KY ditujukan pada seseorang yang tidak dapat membaca suasana atau keadaan dan tidak mampu menyesuaikan diri dengan kondisi. Kuuki Yomu atau membaca suasana merupakan budaya Jepang yang amat krusial.
Mengapa Kuuki Yomu sangat krusial? Membaca suasana sangat penting karena dapat mempengaruhi hubungan pertemanan maupun bisnis. Itulah kenapa Jerome Polin dijuluki KY, sebab dirinya dianggap tidak mampu membaca suasana di sejumlah situasi sosial di sekitarnya.
Menanggapi kisruh tentang dirinya dirinya yang tidak dapat membaca situasi atau KY, Jerome pun angkat suara. Melalui akun Twitternya, ia mengaku bahwa persoalan terkait sensor wajah orang asing dan penilaian dirinya yang disebut KY sebetulnya sudah selesai.
Baca Juga: Mulai Jalani Hukuman di Lapas Salemba, Bharada E Diberikan Ruangan Khusus
“Permasalahan yang berkaitan dengan username twitter sisthaaaaa (berkaitan dengan sensor muka orang asing ketika membuat konten, dan penilaian ttg “KY”), sepenuhnya sudah clear.” Cuit Jerome Minggu, (26/02/2023).
Mahasiswa Waseda University ini mengatakan bahwa dirinya telah menerima kritikan tersebut dan berjanji akan memperbaikinya. Jerome juga menambahkan pemilik akun sisthaaaa telah menghapus cuitannya dan sudah meminta maaf secara pribadi.
Anggota Waseda Boys tersebutpun mengungkapkan saat ini sudah ada SOP tentang sensor yang tengah diselesaikan oleh dirinya dan tim.
“Saat ini, ada sebuah SOP berkaitan dengan sensor, yang sedang difinalisasi oleh aku dan tim dalam proses pengeditan konten2 di Jepang.” Ungkap Jerome di akun Twitter-nya.
Diketahui, dalam video terbarunya, Jerome joget bersama kedua temannya yang merupakan dokter koas yang populer di Tiktok yakni Farhan Firmansyah dan Ekida Firmansyah. Di video, ada kalimat "Mohon maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin", yang diiringi tarian dan lagu Tiktok. Menurut Jerome, kalimat tersebut untuk mewakili gerakan mereka yang tidak kompak.
Saat pengeditan video dan diunggah oleh Farhan, Jerome sudah mengetahuinya dan berpikir bahwa kalimat itu ditujukan untuk gerakan mereka. “Aku sudah melihat teks yang ada di video itu juga dan aku pikir teks itu ditujukan untuk gerakan kami di video, sama sekali tanpa ada niat menyinggung hal lain,” kata Jerome.
Berita Terkait
-
Dihujat Habis-habisan Gegara Konten Pakai Seragam Dokter, Jerome Polin Minta Maaf
-
Joget Pakai Jas Putih Bareng Dokter Koas, Jerome Polin Dirujak Habis-habisan Netizen
-
Jerome Polin Minta Maaf usai Konten Video dengan Seragam Dokter Tuai Kritik, Netizen: Mending Off Sosmed Dulu
-
Jerome Polin Dikecam Nakes, Manajer dan Calon Dokter Pembuat Konten Minta Maaf
-
Jerome Polin Bikin Konten Nirempati Tentang Kematian Pasien Pakai Jas Dokter, Dekan FKUI Kritik Keras
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!
-
Kematian Kucing Kesayangan Jadi Pertanda, Kisah Pilu di Balik Pembunuhan Gadis Bogor
-
Jelang Libur Idul Adha, Promo Alfamart Bikin Kalap: Sosis Korea Rp5.900 hingga Kanzler Murah
-
Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Nekat Titip Siswa di Sekolah Maung, Kepsek Langsung Dipecat
-
Diduga Gara-gara Kopi, Menantu di Empat Lawang Tega Habisi Ibu Mertua lalu Buang ke Sungai
-
Cekcok Pinjam Uang Rp600 Ribu Berujung Maut, Misteri Jasad Wanita di Pohon Melinjo Terungkap
-
Polisi Ungkap Motif Keji di Balik Temuan Jasad Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
PTBA Sabet Diamond PROSPER A IRCA 2026, Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola
-
Masjid Al Afghani Tak Kunjung Rampung, DPRD Sukabumi Desak Dinas Perkim Transparan Soal Anggaran
-
Review 5 Sepatu Lari Lokal yang Katanya 'Tiru' Brand Luar, Mirip atau Beda Jauh?