News / Metropolitan
Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali meninjau progres pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung, Jumat (10/7/2026). (Suara.com/Yoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur Pramono Anung meninjau pembebasan lahan normalisasi Sungai Ciliwung di Jakarta pada Jumat, 10 Juli 2026.
  • Pembebasan 170 bidang tanah ditargetkan selesai akhir tahun untuk mendukung normalisasi sungai pada HUT ke-500 Jakarta.
  • Proyek normalisasi juga dilakukan di Kali Krukut dan Kali Cakung guna meningkatkan kapasitas tampungan air saat banjir.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali meninjau progres pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung, Jumat (10/7/2026).

Kunjungan ini merupakan kali kedua bagi Pramono untuk memantau perkembangan proyek pengendalian banjir tersebut.

"Alhamdulillah, dari target 170 bidang, saat ini telah selesai 62 bidang. Namun, hingga akhir tahun ini, kami menargetkan seluruh proses pembebasan dapat diselesaikan," ujarnya.

Lebih jauh, Pramono menargetkan penyelesaian normalisasi sumbu utama Ciliwung dapat terwujud pada momentum penting bagi Jakarta tahun depan.

"Apabila target tersebut tercapai, maka pada tahun 2027, bertepatan dengan HUT ke-500 Kota Jakarta, normalisasi salah satu sumbu utama Sungai Ciliwung di kawasan Cawang dapat terwujud," katanya.

Selain Cawang, sejumlah kawasan lain turut menjadi sasaran normalisasi tahap berikutnya.

"Rawajati, Pengadegan, dan Cililitan mudah-mudahan juga akan terselesaikan karena penetapan lokasinya sudah kami tandatangani," tutur Pramono.

Eks Sekretaris Kabinet ini menyebut normalisasi bertujuan memperbesar daya tampung sungai agar dampak banjir dapat berkurang.

Program serupa juga tengah berjalan di dua sungai lain di Jakarta.

Baca Juga: Respons Pramono Soal Tiga Pekerja Proyek Air Bersih Tewas: Bukan Tanggung Jawab Langsung PAM Jaya

"Ini tidak hanya dilanjutkan di Sungai Ciliwung, tetapi juga di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama. Mudah-mudahan upaya ini dapat memperbesar kapasitas aliran sungai sehingga ketika terjadi banjir, dampaknya tidak lagi seperti sebelumnya," harap Pramono.

Load More