Depok.suara.com - Pengajuan Agnes Gracia Haryanto yang melakukan hubungan seksual lima kali bersama Mario Dandy Satriyo membuat publik kaget. Pasalnya Agnes Gracia Haryanto awalnya mengaku trauma akibat diperkosa oleh David Ozora.
Setelah pengakuan ini banyak publik yang menyindir sosok Agnes yang dianggap hiperseksual. Sehingga tidak pantas untuk dibela sebagai korban kekerasan seksual.
Tetapi salah satu warganet menyatakan bahwa gejala hiperseksual yang dialami Agnes Gracia Haryanto bisa dianggap sebagai trauma. Pasalnya karena diperkosa Agnes Gracia Haryanto malah melampiaskan hal tersebut kepada hubungan seksual lain.
"Orang dewasa bersetubuh 5x dengan anak, malah si anak bawah umur yang di-slutshame. Undang-Undang Perlindungan Anak tidak mengenal "suka sama suka", ini pencabulan anak di bawah umur," papar @asxxx.
"Selain itu, hypersexuality justru bisa jadi salah satu bentuk respons dari trauma," lanjutnya.
Dimuat dari kanal berita Helodoc juga dijelaskan bahwa perilaku hiperseksual bisa diakibatkan karena trauma. Hal ini tercantum pada studi dari Journal of Affective Disorders, yang menyebutkan bahwa hiperseksual berhubungan dengan trauma masa lalu, PTSD, dan depresi.
"Hiperseks ternyata bisa jadi salah satu gejala dari PTSD. Trauma yang terjadi di masa lalu yang tidak mendapatkan penanganan dari ahlinya dapat membuat seseorang ketergantungan pada seks.” tulis dalam laman tersebut.
Dijelaskan seorang pengidap PTSD merasa saat mereka melakukan seks berlebihan, ini akan jadi lebih menantang atau membangkitkan gairahnya. Hal ini akibat perubahan parameter setelah trauma yang dialaminya.
Ada beberapa ciri hiperseks yang berhubungan dengan trauma, antara lain:
Baca Juga: Bicarakan Koalisi Besar, PKB Disebut Tak Patok Syarat Jatah Capres-Cawapres Saat Bertemu Gerindra
1. Lebih Mengutamakan Seks
Seseorang yang mengedepankan seks dibandingkan aktivitas lainnya bisa jadi mengidap gangguan mental. Pengidapnya mungkin kesulitan untuk mengendalikan pikiran atau tindakan yang berhubungan dengan seks, sehingga bertindak kompulsif sesuai dengan hasrat dirinya.
2. Melakukan Seks yang Membahayakan
Pertanda lainnya jika seseorang menjadi hiperseks akibat trauma adalah, orang tersebut dapat melakukan hubungan seks yang berisiko atau berbahaya. Contohnya, tidak menggunakan kondom saat melakukan seks atau memilih pasangan tanpa tahu status kesehatannya.
3. Untuk Mengendalikan Orang Lain
Seseorang yang mengalami trauma di masa lalu dapat menggunakan seks sebagai bentuk kendali atas pikirannya atau bahkan tindakan orang lain dan bukan untuk mencapai keintiman. Beberapa orang menggunakan seks untuk merasa dicintai dan diakui, bahkan untuk memanipulasi pasangannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
4 Rekomendasi Mineral Powder untuk Kulit Berminyak, Ringan dan Bantu Kontrol Sebum
-
Cuaca Tak Menentu? Ini Manfaat Susu Kurma untuk Menjaga Imunitas Tubuh
-
Oditur Militer Puji Racikan Air Keras Penyerang Andrie Yunus 'Kreatif'
-
Penderitaan Karyati Korban KDRT di Pringsewu: Ditikam Suami saat Tidur
-
Jangan Sampai Catering Habis Saat Pesta Pernikahan! Ini Strategi Hitung Porsi Agar Tamu Tak Kecewa
-
Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota
-
'Ini Tidak Bisa Dilepas!', Nadiem Makarim Muncul Pakai Gelang Detektor di Sidang Korupsi Chromebook
-
Kangkangi Lazio di Serie A Bukan Jaminan Inter Milan Juara Coppa Italia, Begini Kata Cristian Chivu
-
Millennials Kill Everything: Cara Pikir yang Mengubah Peta Bisnis Dunia
-
Permohonan Data Publik Menguat, KDI Tangani 41 Sengketa Informasi Pertanahan di DIY