Depok.suara.com, Pelaksanaan Peneriman Didik Baru (PPDB) di Kota Depok diduga masih terjadi adanya titip menitip siswa yang dilakukan oleh Pihak Yang Tidak Bertanggung Jawab.
Terkait hal tersebut, Anggota Komisi X DPR RI Nuroji mengatakan, Penerimaan Peserta Didik Baru meninggalkan segudang masalah. Sistem zonasi menjadi salah satunya dan banyak masyarakat diduga mencoba mengakali aturan ini, dengan cara menitip Kartu Keluarga (KK).
Namun demikian, kata Nuroji, dirinya tak menampik masih adanya praktek ini. Padahal, sistem zonasi ini sebenarnya sudah dievaluasi berkali-kali.
"Disinilah salah satu celah yang kerap dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab," katanya.
Sebenarnya, kata Nuroji, sistem zonasi juga dibuat karena sempat ada unjuk rasa masyarakat yang rumahnya dekat dengan sekolah, tapi tidak bisa masuk sekolah.
Karenanya, Untuk yang warga mampu jangan malah membeli kursi di sekolah negeri.
"Karena Itu akan merusak sistem. Sistem zonasi sebetulnya sudah bagus, hanya saja praktek di lapangan banyak diganggu oleh oknum yang bertanggungjawab,"katanya.
Nuroji menerangkan, ada jalur khusus untuk masuk sekolah. Namanya jalur afirmasi.
Untuk jalur tersebut tentu kuotanya terbatas, untuk anak kurang mampu, anak yatim, dan anak berprestasi.
"Afirmasi itu pengecualian,” katanya.
Baca Juga: 5 Tanda Bahwa Kamu Adalah Orang yang Bijaksana, Nggak Gampang Panik
Lebih lanjut, sambung Nuroji, jadi kalau tidak bisa masuk dari zonasi bisa juga masuk dari jalur prestasi. Masih dari sistem afirmasi.
Jalur (prestasi) bisa dari akademik dan prestasi lain seperti olahraga seni dan lain-lain.
"Sebenarnya tidak ada masalah jika sistem zonasi, asal tidak dilanggar-langgar," katanya.
Tapi sekarang, malah banyak oknum yang menggunakan sistem ini untuk titip menitip.
Menurut Nuroji, untuk solusi, jika jalur-jalur yang sudah ditetapkan kuotanya dan sudah habis, sebaiknya jalur tersebut ditutup.
Agar sekolah negeri tidak kepenuhan dan sekolah swasta tidak bangkrut akibat tidak ada murid.
"Saya sudah bicara sama forum komite sekolah, komunitas sekolah negeri, untuk tanamkan juga ke anak-anak agar sekolah di swasta bagi yang mampu," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Soal Kasus Eks Jampidsus, Akademisi dan Mahasiswa Kompak Ingatkan Jaga Rasa Keadilan Publik
-
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!