/
Kamis, 02 Juni 2022 | 17:06 WIB
ilustrasi/photo love

Salah satu mitos yang cukup populer diIndonesia yaitu larangan melakukan pernikahan antara orang sunda dan orang jawa,tentu banyak sekali yang percaya dari larangan tersebut akan tetapi benarkan demikian ?

Sebelum percaya dengan hal yang hanya terdengar dari orang-orang tanpa tau faktanya maka kita wajib untuk mencari kebenaran apakah hal tersebut memang fakta atau hanya ada alasan tetentu ,adapun mitos tentang larangan pernikahan antara sunda dan jawa tersebut sudah cukup lama yaitu kabar yang berkembang ketika seorang yang bernama Hayam Wuruk yang meupakan dari kerajaan Majapahit daerah Jawa yang saat itu dia Jatuh cinta kepada seorang gadis  yang bernama Dyan Pitaloka anak dari prabu LinggaBuana yang merupakan dari kerajaan Galuh yang bersuku Sunda.

Akan tetapi hubungan tersebut di larang oleh Mahapatih Gajah Mada namun Hayam Wuruk mengabaikan larangan tersebut dan tetap ingin menjadikan Dyan Pitaloka sebagai kekasihnya,kemudian pihak kerajaan majapahit mengirim utusan ke kerajaan Galuh tentang perihal niat Hayam Wuruk tersebut ,dan kerjaan Galuh pun menerima dan akan menemui pihak kerajaan majapahit di Pesangarahan Bubat.

Namun karena Gajah Mada dari awal tidak menyetujui dari hubungan Hayam Wuruk tersebut sehingga dianggap bahwa kedatangan pasukan kerajaan Sunda  sebagai penyerahan diri dan dalam kabar yang didapat bahwa saat itu memang kerajaan Galuh dari Sunda ini belum ditaklukan oleh kerajaan Majapahit ,maka oleh sebab terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara kedua pihak yang mana kerajaan sunda kekurangan pasukan dan mengalami banyak terbunuhnya pasukan serta para petinggi kerajaan bahkan sang putri kerajaan Galuh yaitu Dyan Pitaloka melakukan bunuh diri sebagai bentuk membela kerajaan serta  kehormatanya untuk kerjaaan sunda ,perang tersebut juga dikenal sebagai perang Bubat.

Dan dari sinilah awal mayarakat memulai mitos bahwa orang sunda pantang menikah dengan orang jawa ,jika tetap dilakukan katanya tidak akan lama dalam hubungan rumah tangga tersebut,lantas apakah dari sejarah  ini kita percaya akan larangan tersebut ? bagi penulis boleh percaya boleh juga tidak dalam hal ini karena kita tidak bisa memilih saat terlahir dunia baik dari segi suku,agama dan ras ataupun yang lainya

Dan dalam Hubungan yang Baik itu tidak terlepas dari saling mengenal antara ke dua bela pihak serta juga bisa menerima kekurangan dan kelebihan yang dimiliki masing-masing.

Load More