/
Senin, 17 Oktober 2022 | 14:36 WIB
Seorang pria ditangkap polisi karena diduga membuat keributan di luar sidang Ferdy Sambo di PN Jakarta Selatan. (Suara.com)

Gegara diduga bikin onar di luar persidangan terdakwa Ferdy Sambo, polisi meringkus seorang pria berkaos dan berkacamata hitam. Pria itu diduga berteriak-teriak setelah menyusup ke barisan massa Pemuda Batak Bersatu (PBB) yang berdemo guna mengawal sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di luar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022). 

Mengutip Suara.com, pelaku disebut sempat terlibat adu mulut dengan anggota Pemuda Batak Bersatu. Namun, sejauh ini belum jelas apa yang diributkan pelaku dan massa yang berdemo di sidang Ferdy Sambo itu. 

Meski belum diketahui pemicu keributan, pria berkacamata hitam itu diduga hendak menyusup dan membuat onar saat massa sedang berujuk rasa. 

"Dia penyusup. Dia teriak-teriak mencemarkan nama baik Pemuda Batak Bersatu. Dia bukan anggota Pemuda Batak Bersatu," kata salah satu anggota PBB.

Aparat kepolisian pun memgamankan pria teraebut. Saat ini, pria berkaos hitam sudah dibawa masuk ke dalam mobil polisi.

Sidang kasus atas terdakwa Ferdy Sambo akan berlangsung kembali pada pukul 13.45 WIB. Majelis hakim sempat menskors jalannya sidang usai Jaksa Penuntut Umum membacakan surat dakwaan.

PBB Kawal Sidang

Puluhan massa dari Pemuda Batak Bersatu menggeruduk Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini. Kedatangan mereka dalam rangka mengawal sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat atas terdakwa Ferdy Sambo Cs.

Ketua DPC Jakarta Timur Pemuda Batak Bersatu Indonesia, Hiras Silitonga berharap agar nantinya majelis hakim bisa memberikan hukuman yang setimpal. Tentunya, hukuman tersebut sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Ferdy Sambo Cs.

Baca Juga: 5 Emosi Negatif yang Dapat Merusak Hidup Kita, Segera Hindari

"Semoga hakim kita ikhlas dan tulus sesuai dengan perilaku yang dilakukan si pelaku, hukum bisa diterima," kata Hiras di lokasi.

Sempat Tertahan di Gerbang

Pantauan Suara.com, massa yang mengenakan seragam kemeja berwarna merah mendesak masuk untuk menonton sidang secara langsung. Debat antara massa dan aparat kepolisian yang berjaga pun tak terelakkan.

"Presiden bilang katanya transparan, tapi kenapa kami tidak bisa masuk?" teriak salau satu massa Pemuda Batak Bersatu.

"Di mana keadilan?" timpal lainnya.

Usai beberapa saat berdebat dengan petugas, perwakilan Pemuda Batak Bersatu diizinkan masuk ke halaman Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kepada awak media, mereka mengaku hendak mengawal jalannya persidangan.

Load More