Suara.com - Meski didepak dari Partai Amanat Nasional (PAN) gara-gara berpihak ke kubu Jokowi pada Pilres Juli lalu, artis sekaligus politisi Wanda Hamidah mengaku akan tetap bertahan di panggung perpolitikan Tanah Air.
Pascapemecatan, tak sedikit partai raksasa yang mendekati dan berusaha meminangnya untuk ikut bergabung. Namun, belum satupun dia tanggapi.
Jomblo tanpa bendera politik, Wanda bersama rekan-rekannya justru mendirikan Kelompok Studi Trisaksti, sebuah organisasi masyarakat (ormas) yang sengaja dibuat untuk mengkaji kebijakan pemerintahan saat ini.
Berikut wawancara Suara.com (S) dengan Wanda Hamidah (W) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, belum lama ini.
S: Ada sakit hati dipecat dari partai?
W: Nggak (sakit hati). Saat sakit, justru tak boleh bikin partai. Sudah banyak pemimpin Indonesia memberikan contoh tidak baik kepada masyarakat karena sakit hati, dendam. Persoalan bangsa tidak akan selesai kalau terus saling membalas, tidak menerima kekalahan.
S: Apa yang membuat kamu memilih bertahan menjadi seorang politisi?
W: Jiwa saya di politik. Tetapi saya memahami perjuangan politik bisa dilakukan di mana saja. Bisa di dalam atau di luar politik.
S: Dengan kata lain, kamu mau bekerja di luar partai?
W: Mungkin karena saya sudah dipecat di partai politik, jadi saya akan tetap melakukan langkah-langkah politik di luar partai.
S: Misalnya apa?
W: Kami baru mendeklarasikan Kelompok Studi Trisaksti yang sebenarnya kelompok ini sudah berdiri sejak 16 tahun yang lalu ketika kami masih menjadi aktifis mahasiswa.
S: Organisasi ini bergerak di bidang apa?
W: Semacam ormas (organisasi masyarakat), tetapi ruang lingkupnya sekarang lebih luas lagi. Bukan hanya alumni dari Univeristas saya (Trisakti) saja, tetapi dari universitas-universitas lain. Tugasnya adalah mengkaji kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini.
S: Siapa saja anggotanya?
Tag
Berita Terkait
-
Suara Rakyat Tertelan Ombak, Elite PAN Beberkan Bahaya Jika Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen
-
Sodorkan Zulhas Dampingi Prabowo, PAN Sedang Cek Ombak atau Serius?
-
Murni Dukungan atau Strategi Politik: Apa Sebenarnya di Balik Suara Lantang Prabowo Dua Periode?
-
Jelang Lebaran, Menpan RB Ingatkan ASN Jaga Integritas dan Tolak Bingkisan Gratifikasi
-
PAN Ingin Zulhas Jadi Cawapres Prabowo di 2029, Reaksi Nasdem Begini
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Bukan Ceramah, Ini Job Ustaz Jojo Paling Nyeleneh
-
Gagal Cuan tapi Menang Oscar! 5 Film Buktikan Angka Box Office Bisa Menipu
-
Hindari Tugas Bos, Rico Lubis Sengaja Salat Zuhur 30 Menit
-
Pengungkapan Pabrik Sabu di Cengkareng, Versi Nyata dari Film Breaking Bad
-
Sinopsis Argo, Salah Satu Film Tentang Konflik Iran-AS
-
Deretan Mantan Tom Holland, sebelum Berlabuh pada Zendaya
-
Wika Salim Dapat Pesan Khusus dari Rhoma Irama: Jangan Umbar Aurat
-
Review Godzilla x Kong: The New Empire, Tayang Sahur Ini di Trans TV
-
Review The Meg: Jason Statham vs Predator Purba, Malam Ini di Trans TV
-
Serang Iran, Donald Trump 'Dirujak' Sederet Artis Hollywood Habis-habisan