Suara.com - Syahrini menunda panggilan kedua dari penyidik Bareskrim Mabes Polri pada Kamis (5/10/2017) terkait statusnya sebagai saksi kasus dugaan penipuan biro perjalanan umrah First Travel.
Kata Syahrini, di hari itu dia harus manggung dan belum menata rambutnya.
"Yang pertama aku bernyanyi, dan aku sedang bertugas. Aku nyanyi untuk pemirsa. Karena sebagai warga negara yang baik harus datang (ke Bareskrim Mabes Polri). Tapi kan ada beberapa pertanyaan yang belum, karena harus kerja dulu kan, harus nyanyi. Jadi harus blow rambut, make up, jadinya harus (tunda) datang lagi (ke Bareskrim)," cerita Syahrini di acara International Make-up Expo (IMAE) di Balai Karbini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (7/10/2017).
Panggilan kedua itu, kata Syahrini, dia harus datang jam 1:30 WIB siang. Sedangkan ia harus nyanyi jam 4:00 WIB sore.
Namun, perempuan yang menjuluki dirinya Princess Syahrini alias Inces itu tak mau berbicara banyak soal First Travel.
"Insyaaallah kalau nggak ada halangan lagi (Senin pekan depan). Belum tahu sih, belum tahu. Nanti saja pas aku itu (dipanggil)," kata Syahrini.
Baru-baru ini, Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul mengatakan kepada awak media bahwa Syahrini beralasan sedang ada pekerjaan sehingga minta ditunda pada Senin, 9 Oktober.
"Setelah dikonfirmasi ternyata mbak Syahrini minta ditunda hari Senin ya, karena alasannya masih ada jadwal," ujar Martinus.
Syahrini ikut diperiksa dalam kasus First Travel lantaran diduga dibiayai oleh perusahaan yang dimiliki oleh sepasang suami-istri, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan itu.
Baca Juga: Ditanya Parfum Favorit, Syahrini Malah Alihkan ke First Travel
Artis berusia 35 tahun itu berangkat umrah bersama 12 anggota keluarganya pada Maret 2017.
Menurut Syahrini, ia mendapat potongan harga dari First Travel. Sementara keluarganya membayar penuh.
Berbeda dengan pernyataan dari Kasubdit V/Jatanwil Direktorat Tindak Pidana (Tipidum) Bareskrim Polri Kombes Dwi Irianto pada Jumat, 6 Oktober.
Dwi mengatakan, dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi staf First Travel menyebut biaya perjalanan umrah Syahrini dan keluarganya mencapai angka Rp1 miliar.
Berita Terkait
-
Prihatin Nasib Korban, Dude Harlino Inisiatif Kembalikan Honor Rp5,25 M dari PT DSI ke Bareskrim
-
Biang Kerok Sinyal Lumpuh! Maling BTS Bikin Operator Rugi Rp60 M, Barang Dikirim ke Thailand
-
Sikat Mafia Lingkungan dan Korporasi SDA, Bareskrim Fokus 'Follow The Money' dan Sita Aset
-
DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara
-
Bareskrim Rampungkan Berkas Kasus Impor Handphone Ilegal, Tiga Tersangka Segera Disidang
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda