Suara.com - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi alias Kak Seto, menyoroti betul kasus dugaan pemerkosaan terhadap remaja berinisal PU dengan terlapor AT, seorang anak anggota DPRD Kota Bekasi.
"Insya Allah Kamis atau Jumat saya akan menghadap bapak Kapolres Metro Bekasi," kata Kak Seto kepada Suara.com ditemui di Kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021) malam.
Kak Seto minta polisi mengambil tindakan tegas kepada pelaku. Perlindungan terhadap hak-hak anak menurut dia harus dijunjungi tinggi di negeri ini.
"Iya dong (harus ditindak tegas), ini artinya siapapun pelaku kekerasan pelanggaran terhadap anak itu harus mendapatkan sanksi pidana," ujar Kak Seto.
Lebih lanjut Kak Seto mengatakan, polisi harus menjalani tugasnya sebagai penegak hukum tanpa pandang bulu mengingat terduga pelaku adalah anak dari seorang pejabat. Kata dia, apapun statusnya, hukum harus tetap ditegakkan.
"Siapa pun juga dan mohon tidak ada diskriminasi dan tidak ada back up segala macam terhadap pelaku kekerasan, siapapun juga orangnya," kata Kak Seto.
"Jadi mohon ini kepolisian menunjukan keberpihakan kepada anak. Dan kami selalu memberikan apresiasi terhadap jajaran kepolisian sebagai polisi sahabat anak, itu yang paling penting," ujarnya lagi.
Kak Seto memastikan bakal terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas."Iya (saya akan kawal sampai tuntas kasus ini), insya Allah," ucap Kak Seto.
Diberitakan sebelumnya AT dilaporkan keluarga PU ke Polres Metro Bekasi Kota terkait dugaan pemerkosaan. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/971/K/IV/2021/SPKT/Restro Bekasi Kota, Senin (12/4/2021).
Baca Juga: Kondisi Membaik Usai Operasi, Kak Seto : Bukan Sakit Kanker Prostat
Menurut ibu korban, AT merupakan anak anggota DPRD Kota Bekasi. Dia bilang tindak asusila terjadi ketika anaknya memiliki hubungan cinta dengan AT.
PU bercerita pada ibunya kalau dia kerap mendapat tindakan kekerasan dari A selama 9 bulan merajut asmara. Baru setelah itu terungkap kalau AT kerap memaksanya untuk bersetubuh.
LF si ibu korban juga mengungkap kalau putrinya itu mengalami penyakit kelamin. Diduga PU tertular dari AT saat berhubungan badan.
Berita Terkait
-
Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Film Sci-Fi: Menekraf Apresiasi Pelangi di Mars
-
Polda Metro Turun Tangan, Kombes Rita Janji Cek Kasus Perkosaan Konten Kreator Cinta Ruhama
-
Kreator Konten Cinta Ruhama Amelz Laporkan Kasus Pemerkosaan, Pelakunya Sahabat Suami
-
Viral Isu Kak Seto Curi Hak Cipta, Siapa Kreator Asli Si Komo?
-
Sinopsis Sahabat Anak, Film Kak Seto yang Terancam Diboikot Usai Kasus Aurelie Moeremans
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Air Mata Shanty Pecah, Trailer Film Baru Bawa Kenangan Tentang Ibunya
-
Sinopsis Office Romance: Ketika Aturan Perusahaan Jadi Penghalang Cinta, Baru Merangkak di Netflix
-
Terseret Kasus Penipuan Hanania Travel, Anwar BAB Kembalikan Uang ke Polisi
-
Bukan Gratisan, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Setor Bukti Bayar Rp200 Juta ke Travel Hanania
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Film Horor 402: Rumah Sakit Angker Korea Hadirkan Ritual Jelangkung dengan Mantra Berbahasa Korea
-
Deretan Artis yang Benar-Benar Jadi Bos Perusahaan, Status CEO Giorgio Antonio Diolok-olok
-
The Humanity Bureau: Saat Manusia Dianggap Beban Negara, Malam Ini di Trans TV
-
Namanya Disebut di Sidang Suap Importasi, Raffi Ahmad Bakal Dipanggil KPK?
-
Saksi Cabut BAP Raffi Ahmad Terkait Suap Bea Cukai, KPK Tetap Dalami Keterangan