- Polda Metro Jaya merespons laporan konten kreator Tara mengenai dugaan pemerkosaan oleh Rendy Brahmantyo pada 16 Februari 2026.
- Peristiwa dugaan pemerkosaan terjadi pada 12 Oktober 2017 di sebuah kelab malam Jakarta Selatan oleh terlapor, sahabat suami korban.
- Tara menempuh jalur hukum dan publikasi melalui media sosial serta petisi daring untuk menuntut keadilan dan transparansi proses.
Suara.com - Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Metro Jaya memberikan respons cepat terkait laporan kasus dugaan pemerkosaan yang dialami konten kreator Cinta Ruhama Amelz, atau Tara.
Direktur PPA dan PPO, Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo, menegaskan pihaknya akan segera memeriksa penanganan kasus yang tengah menjadi sorotan publik tersebut. Pernyataan ini menjadi sinyal keseriusan aparat dalam menindaklanjuti laporan yang ada.
"Terima kasih infonya Pak, kita akan cek penanganannya," kata Kombes Rita saat dihubungi Suara.com melalui pesan WhatsApp pada Senin (16/2/2026).
Laporan ini dibuat oleh Tara terhadap seorang pria bernama Rendy Brahmantyo alias Embo, yang disebut bekerja di PT Delahuose Investindo Indonesia. Ironisnya, terlapor merupakan sahabat dari suami Tara sendiri.
Tara sebelumnya membongkar peristiwa kelam yang dialaminya melalui media sosial. Ia mengaku telah melaporkan Rendy Brahmantyo secara resmi ke pihak kepolisian atas tindakan keji yang menimpanya.
"Aku sudah melaporkan Rendy Brahmantyo atau Embo ke polisi atas tindakan pemerkosaan terhadap diri aku sendiri. Aku saat ini didampingi oleh kuasa hukum,” kata Tara melalui akun Instagram @cintaruhamaamelz pada Minggu, 16 Februari 2026.
Peristiwa pemerkosaan itu sendiri terjadi pada 12 Oktober 2017 silam. Saat itu, Tara sedang menghadiri sebuah acara di kelab malam di kawasan Jakarta Selatan.
Menurut pengakuannya, ia tiba-tiba ditarik paksa dan dimasukkan ke dalam sebuah ruangan oleh Rendy. Di bawah ancaman, Tara tak berdaya saat perbuatan tersebut dilakukan.
Setelah bertahun-tahun bungkam, Tara akhirnya berani bersuara. Ia juga mengungkap bahwa setelah kejadian tersebut, Rendy diduga menggunakan relasi kuasanya untuk menekan karier sang suami dan menyebarkan narasi bohong untuk memutarbalikkan fakta.
Baca Juga: Kreator Konten Cinta Ruhama Amelz Laporkan Kasus Pemerkosaan, Pelakunya Sahabat Suami
“Beliau juga diduga menyebarkan narasi untuk memelintir kebenaran dan menghilangkan kebenaran yang terjadi,” ungkap Tara.
Untuk mencari keadilan, Tara tidak hanya menempuh jalur hukum. Ia juga menggalang dukungan publik melalui sebuah petisi online dan berharap kasusnya dapat diproses secara transparan.
“Kalian juga bisa dukung aku dengan tandatangani petisi change.org,” kata Tara.
“Aku menuntut untuk transparanasi proses hukum dan aku berharap aku bisa mendapatkan keadilan dan kebenaran segera terungkap,” ucapnya.
Hingga berita ini ditulis, petisi berjudul "Penuhi Keadilan Untuk CR: Hentikan Kekerasan Seksual di Kelab Malam Jakarta" telah ditandatangani oleh lebih dari 3.232 orang.
Sementara itu, pihak terlapor, Rendy Brahmantyo, belum memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Tag
Berita Terkait
-
Kreator Konten Cinta Ruhama Amelz Laporkan Kasus Pemerkosaan, Pelakunya Sahabat Suami
-
Imlek 2026, Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Vihara
-
Bikin Tanah Abang Macet, Mobil Parkir Liar 'Digulung' Satlantas dan Dishub
-
Kasus Hukum Eks Arsenal Thomas Partey Kian Berat, Dakwaan Pemerkosaan Bertambah Jadi Tujuh
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026
-
Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi
-
Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena
-
Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor
-
Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh