Suara.com - Roy Suryo masih membuka pintu damai untuk artis Lucky Alamsyah yang telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait kasus ITE. Syaratnya, Lucky harus membuat pernyataan minta maaf di atas materai.
Jika memang tak ada iktikad baik dari Lucky, Roy Suryo berencana membawa kasus ini ke ranah perdata. Sebab, dia merasa sangat dirugikan atas tudingan Lucky.
"Mempertimbangkan kalau dia tak mau melakukan mediasi atau minta maaf, selain tuntutan pidana yang sekarang diproses dan naik penyelidikan di Polda Metro Jaya dan insyaAllah akan naik penyidikan, akan ada tuntutan perdata," kata Roy Suryo dikutip dari kanal YouTube Indosiar, Selasa (1/6/2021).
Hanya saja, Roy Suryo belum bicara lebih jauh soal rencana gugatan perdata. Menteri di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini masih lihat perkembangan selanjutnya.
Tapi yang jelas kata Roy Suryo, Polda Metro Jaya bergerak cepat menindaklanjuti laporannya. Rabu (2/6/2021) besok, dia akan diperiksa untuk dimintai klarifikasi.
Bukan cuma dia, saksi ahli juga diklaim Roy juga segera dipanggil. Mereka adalah saksi ahli ITE dan bahasa.
"Saya diundang hari Rabu bersama beberapa saksi untuk dilakukan klarifikasi dan sekaligus dinaikkan ke tahap penyelidikan," kata Roy Suryo.
Roy Suryo melaporkan pesinetron Lucky Alamsyah ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE.
Laporan tersebut dibuat Roy lantaran merasa nama baiknya dicemarkan oleh Lucky melalui media sosial.
Baca Juga: Lucky Alamsyah Diledek Roy Suryo: Korban Tabrak Lari yang Tertukar
"Yang dilaporkan pencemaran nama baik dan pemutarbalikan fakta," kata Roy Suryo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (24/5/2021).
Roy menyebutkan apa yang disampaikan oleh Lucky Alamsyah di media sosial sebagai berita bohong.
"Apa yang membuat saya harus melaporkan? Karena apa yang dia ceritakan dalam IG story itu adalah kabar bohong, sekali lagi apa yang diceritakan kabar bohong, fitnah dan pemutarbalikan fakta," katanya.
Sebelumnya, aktor Lucky Alamsyah mengunggah kabar melalui akun Instagram pribadinya perihal mantan menteri berinisial RS yang diduga melakukan tabrak lari di wilayah Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Lucky mengunggah foto sebuah mobil yang diduga pelaku yang menabrak seorang berinisial AA disertai keterangan singkat kronologi kejadian.
"Ini mobil mantan Menteri yang nyerempet mobil AA lalu kabur. Si RS ini setelah dikejar dan terkejar, di saat dia masuk ke parkiran," ungkap Lucky Alamsyah dalam keterangan unggahnya.
Berita Terkait
-
Profil Bonatua Silalahi, Peneliti yang Ungkap Salinan Ijazah Jokowi di KPU
-
Bonatua Klaim Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Identik dengan Dokumen Riset Roy Suryo Cs
-
Ahli Meringankan Roy Suryo dkk: Salinan Ijazah Jokowi Sama dengan Sampel Riset RRT
-
Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Dibongkar! Bonatua Klaim Identik dengan Dokumen Riset Roy Suryo Cs
-
Dapat Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Bonatua Jadi Ahli Meringankan Roy Suryo Cs Hari Ini
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
Agnez Mo Hadiri Bukber di Dubai, Sikap Aslinya Dibongkar Orang Dalam
-
Fairuz A Rafiq Bicara soal Diam Usai Kakaknya Ditangkap KPK, Ogah Terseret?
-
Bentuk Rudal dan Meriam untuk Pertahanan Udara Indonesia Jadi Olokan Netizen
-
Dihantam Rudal Iran, Hotel Mewah Rp5,4 T di Dubai Dibombardir Review Bintang 1
-
Sinopsis Pinocchio Unstrung, Obsesi Boneka Kayu Demi Jadi Manusia
-
Musdalifah Cosplay Jadi Istri Gubernur Kaltim: Bangsawan Beli Takjil
-
Istri Meninggal dalam Kecelakaan, Bos Rokok HS Tanggung Biaya Hidup Pengemudi Jupiter MX
-
Ada Rp33 Miliar Royalti Lagu Belum Diklaim di LMKN
-
Deretan Rekomendasi Drama Korea Genre Medis, Terbaru Doctor Shin
-
Perang Iran vs AS-Israel Hari Keempat: Trump Klaim Tewaskan 48 Pemimpin Iran