Suara.com - Rencana dua dari lima terduga pelaku pelecehan seksual serta perundungan di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk melaporkan balik MSA juga turut ditanggapi komika Kemal Palevi.
Kemal geram gara-gara ada UU ITE, peluang terduga pelaku membuat laporan balik jadi terbuka lebar.
"Tapi UU ITE ini emang kampr*t ya. Bisa-bisanya dari pelaku, jadi korban," tulis Kemal di Instagram dikutip Rabu (8/9/2021).
Kemal khawatir upaya hukum terduga pelaku bisa jadi preseden buruk. Kata dia, para korban lain nanti jadi takut untuk bersuara.
"Yang begini ini nih bikin korban pelecahan atau bully jadi males speak up," ungkapnya.
Tulisan Kemal ini melengkapi unggahnnya berupa capture cuitannya di Twitter. Cuitan Kemal menyinggung hukuman yang setimpal buat terduga pelaku.
"Nanya deh, hukuman buat oknum KPI yang pelecehan ini, biar adil, nggak lapor pakai UU ITE, boleh nggak sih bales coret tit*t aja? Hehe," demikian cuitan Kemal.
Kedua terduga pelaku pelecehan seksul dan perundungan yang akan melaporkan balik MSA adalah RT dan EO. Selain MSA, keduanya juga berencana melaporkan penyebar rilis kronologi dugaan pelecehan.
RT dan EO tak terima data pribadinya tersebar dalam rilis tersebut.
Baca Juga: Korban Dugaan Pelecehan Seksual di KPI Datangi LPSK
Kasus ini terungkap dari rilis berisi kronologi pelecehan dan perundungan terhadap MSA yang viral. Korban diuga mengalami pelecehan oleh rekan kerjanya pada 2015.
Salah satu bentuk pelecehannnya, pelaku disebut menelanjangi dan mencoret buah zakar korban. Hal itu membuat MSA depresi berat.
Kasus ini tengah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat.
Tag
Berita Terkait
-
Cek Daftarnya, 9 Nama Calon Anggota KPI Pusat Resmi Mendapat Restu DPR RI
-
Lawan Ketimpangan! Ini 5 Mandat Politik Kongres VI KPI Demi Keadilan Ekonomi Perempuan
-
Anak Urus Anak: KPI Bongkar Fakta Pahit di Balik Maraknya Pernikahan Dini di Indonesia
-
iNews TV Dijatuhi Sanksi oleh KPI, Buntut Pernyataan Abu Janda di 'Rakyat Bersuara'
-
Berandai Anaknya Naksir Verrell Bramasta, Rindradana: Salah Didik Saya
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Review Ride or Die: Sajikan Plot Twist Menarik tentang Pembunuh Bayaran
-
Mangrove Indonesia Terus Menyusut, Bagaimana Menjaganya agar Ekonomi Biru Tetap Tumbuh?
-
Pers Soloraya Protes Pernyataan 'Londo Ireng', Nilai Rugikan Profesi Wartawan
-
Pembahasan Terus Berjalan di Komisi III DPR, RUU Perampasan Aset Sudah Masuk Pembahasan Batang Tubuh
-
Jadwal Piala Presiden Hari Ini: Persib dan Arema Jalani Laga Penentu
-
Cadence dan NVIDIA Hadirkan AuraStack AI Super Agent, Waktu Desain PCB Bisa 2 Kali Lebih Cepat
-
Ditelan Perairan Pulau Kelagian: Remaja 18 Tahun yang Hilang dari Kapal
-
Marvel Gandeng Kadokawa, Hadirkan Manga Baru Spider-Man hingga Punisher
-
Bersama Danantara, PNM Perkuat Ketahanan Keuangan Keluarga Prasejahtera
-
PDIP Tegaskan Kritik Anak Muda Harus Dirawat Bukan Dibungkam