Suara.com - CEO PT Coution Live Indonesia selaku promotor konser K-Pop We All Are One, Park Jai Hyun kembali dilaporkan. Kali ini, giliran Rizky Triadi selaku direktur vendor PT Visi Musik Asia yang membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan akhir pekan lalu.
Dalam laporannya, Rizky yang mewakili PT Visi Musik Asia menyebut Park Jai Hyun tidak memenuhi janji mengembalikan kerugian Rp2,8 miliar imbas batalnya konser We All Are One.
"Sudah ada bukti yang cukup untuk membuktikan Mister Park ini mengambil uang sejumlah Rp2,8 miliar," kata kuasa hukum PT Visi Musik Asia, Fritz Hutapea.
Sebelum membuat laporan polisi, PT Visi Musik Asia sudah mencoba menyelesaikan masalah dengan Park Jai Hyun secara kekeluargaan. Namun upaya mereka menemui jalan buntu.
"Digantung terus. Sampai sekarang tidak dibayar," kata Rizky.
Park Jai Hyun dalam laporan PT Visi Musik Asia dituding melanggar Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan atau penggelapan.
"Semoga diproses dengan hukum yang berlaku," kata Fritz Hutapea.
Sebagai informasi, PT Coution Live Indonesia sempat mengumumkan rencana penyelenggaraan konser K-Pop We Are All One di Stadion Madya GBK, Senayan, Jakarta pada 11 dan 12 November 2022.
Namun PT Coution Live Indonesia tiba-tiba membatalkan konser tanpa alasan jelas. Sehingga pihak-pihak terkait yang bekerja sama untuk menyelenggarakan acara tersebut meminta ganti rugi.
Sayang, permintaan ganti rugi atas batalnya konser We Are All One tidak mendapat balasan dari PT Coution Live Indonesia. Sebelum PT Visi Musik Asia membuat laporan dugaan penipuan, seseorang bernama Derpita Gultom sudah lebih dulu mengadukan masalah serupa di Polsek Tamansari, Jakarta.
Dalam laporannya, Derpita Gultom mengaku rugi hampir Rp350 juta imbas pembatalan konser We All Are One.
Tag
Berita Terkait
-
Secret Number Ungkap Kebiasaan Tidur Membernya, Ada yang Sampai Tendang Kaki
-
Kisruh Konser We All Are One, Bos Promotor Acara Dibebaskan Imigrasi?
-
Kasus Konser K-Pop We All Are One, KBRI Korea Selatan Akhirnya Turun Tangan
-
CEO Promotor Acara Korea We All Are One K-Pop Ditangkap Imigrasi, Diduga Bawa Kabur Duit Konser
-
Dianggap Kasar, Begini Kronologi Penangkapan CEO Promotor Konser K-Pop We All Are One
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Bukan Dijual, Ini Alasan Tak Terduga ART Angel Lelga Nekat Curi Barang Mewah Sang Majikan
-
Satu-satunya di Asia! Limp Bizkit Bakal Guncang Kuala Lumpur, Cek Jadwal dan Harga Tiket di Sini
-
Sambut HUT Jakarta ke-500, Remember Fest Siap Hadirkan Pengalaman Festival Terlengkap di Kemayoran
-
After Earth Malam Ini: Will Smith dan Jaden Smith Harus Bertahan Hidup di Bumi yang Mengerikan
-
Nikah di Italia Berbiaya Rp1 Miliar, Lina Mukherjee Akui Ingin seperti Artis Bollywood
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Siapa Saja Mantan Ayu Ting Ting? Ini Daftarnya dan Pekerjaan Mentereng Mereka