Suara.com - Ade Jigo masih sulit menerima kenyataan tanah warisan mendiang ayahnya di kawasan Gunung Balong, Lebak Bulus, Jakarta ikut jadi obyek sengketa yang terkena penggusuran pada Kamis (4/7/2024).
Saat berbincang dengan Suara.com lewat sambungan telepon pada Selasa (16/7/2024), Ade Jigo mengaku masih ingat betul bahwa orangtuanya tinggal di tanah tersebut sejak tahun 1960.
"Orangtua saya itu pertama mulai tinggal di situ dari tahun 60-an," ujar Ade Jigo.
Ade Jigo turut meyakini bahwa petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) saat itu tidak mungkin salah dalam menerbitkan sertifikat tanah.
"Nggak mungkin dong bikin surat dobel. Pasti ada kroscek dulu dari mereka sebelum jadi surat kan," kata Ade Jigo.
"Misal, tanahnya di mana, batasnya apa, dasarnya girik atau eigendom," lanjut sang pelawak.
Pun bila benar para warga jadi korban mafia tanah, Ade Jigo menilai para ahli waris harusnya tahu dari siapa aset mereka dibeli dulu.
Masalah yang dihadapi Ade Jigo dan para ahli waris juga tidak akan serumit sekarang, karena sama-sama sudah tahu harus meminta pertanggungjawaban ke siapa.
"Kalaupun misal ada warga yang pernah melakukan transaksi jual beli sama makelar, otomatis anak-anaknya pasti tahu. Kan kami pasti tahu, ini dulu belinya dari siapa. Kalau ini kan nggak," jelas Ade Jigo.
Baca Juga: Ade Jigo Ngaku Tak Pernah Terima Instruksi Pengosongan Lahan dari PN Jaksel
Ade Jigo tetap berpegang pada keyakinannya bahwa pihak yang meminta eksekusi lahan lah yang bermain dengan mafia tanah untuk menerbitkan surat kepemilikan fiktif.
Bersama warga korban penggusuran lain, Ade Jigo masih ingin memperjuangkan hak mereka lewat sinkronisasi data kepemilikan tanah di Kelurahan Lebak Bulus.
"Kalau memang itu hak kami, sampai ke Presiden pun akan kami perjuangkan," ucap Ade Jigo.
Ade Jigo pertama membagikan cerita tentang tanah warisan keluarganya digugat seseorang pada Februari 2024.
Awalnya, tanah warisan keluarga Ade Jigo masuk daftar obyek sengketa lahan yang digugat Martha Metty Nasiboe pada 1993. Namun saat itu, mereka yang masuk daftar tergugat dinyatakan menang.
Hasil serupa didapat Martha Metty Nasiboe selaku penggugat dalam permohonan banding dan kasasinya terhadap gugatan sengketa lahan itu pada tahun 2000 dan 2008.
Martha lagi-lagi menelan kekalahan karena Pengadilan Tinggi Jakarta dan Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memenangkan para warga.
Martha Metty Nasiboe baru memenangkan gugatan setelah ahli warisnya mengajukan Peninjauan Kembali (PK) pada 2022. Mereka dinyatakan sebagai pemilik sah tanah sengketa di jalan Gunung Balong III, Lebak Bulus, Jakarta dan berhak meminta pengosongan lahan.
Dari keluarga Ade Jigo sendiri, ada 8 orang yang masuk daftar korban penggusuran.
Berita Terkait
-
Ade Jigo dan Warga Korban Penggusuran Masih Ingin Melawan, Sebut Eksekusi Lahan Tak Sesuai Prosedur
-
Cerita Kehidupan Ade Jigo dan Keluarga usai Tergusur dari Tanah Warisan
-
Keberatan Ade Jigo atas Eksekusi Tanah Warisan Ditolak Pengadilan
-
Ade Jigo Ngaku Tak Pernah Terima Instruksi Pengosongan Lahan dari PN Jaksel
-
Ade Jigo Teriak Mafia Tanah, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Beri Jawaban Mengejutkan!
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123