Suara.com - Perjuangan Nirina Zubir melawan mafia tanah memasuki babak akhir. Gugatan mantan ART ibunya, Riri Khasmita di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta akan diputus pada Kamis (8/8/2024).
Berbicara soal sidang putusan lusa, Nirina Zubir mengaku tidak sabar menunggu hasil kebijakan hakim. Pasalnya, istri Ernest Syarif itu sudah punya keyakinan kuat kalau gugatan Riri Khasmita tidak akan dikabulkan.
"Enggak sabar pengin cepat-cepat tahu putusannya apa. Ya sudah jelas sih sebenarnya ya. Proses yang dilewati mereka aja, dari sidang pertama kan sudah dinyatakan bersalah," ujar Nirina Zubir, saat menggelar jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/8/2024).
Nirina Zubir sudah lelah menghadapi masalah dengan mafia tanah. Sejak pertama dipermasalahkan pada November 2021, perkara tetap tak kunjung usai sekalipun Kementerian ATR/BPN sudah turun tangan.
"Capek banget. Capek mental, fisik, waktu. Apalagi Nirina punya anak dua, ada kerjaan juga," kata bintang film Keluarga Cemara ini.
"Ini terus terang aja baru selesai terbang 24 jam, waktu tidurnya juga masih berantakan, tapi sudah harus ketemu sama teman-teman lagi. Ya yang bisa Nirina lakukan sekarang cuma hadapi, jalani, selesaiin," imbuh artis 44 tahun ini.
Ke depan, Nirina Zubir tinggal berharap keputusan hakim terhadap gugatan Riri Khasmita sesuai ekspektasinya. Ibu dua anak ini tak mau kalau harus berlarut-larut lagi menghadapi proses hukum berkepanjangan.
"Semoga hakim memberikan putusan yang membela kami. Kami adalah korban," tutur Nirina Zubir.
"Pokoknya, mafia tanah mafia tanah ini, udah ya. Semoga negara bisa memegang teguh aturan yang ada. Yang benar ya benar, yang salah ya dihukum seberat-beratnya," imbuhnya.
Sebagai pengingat, Nirina Zubir melaporkan Riri Khasmita pada November 2021 atas dugaan penggelapan. Ada enam aset berupa surat tanah yang digelapkan Riri bersama komplotan.
Usai berhasil memenjarakan Riri Khasmita, Nirina Zubir mendapat bantuan Kementerian ATR/BPN untuk pengembalian enam surat tanah yang digelapkan Riri Khasmita. Proses penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Agus Harimurti Yudhoyono selaku Menteri ATR/BPN.
Namun, kebahagiaan Nirina Zubir dan keluarga setelah surat tanah mereka kembali cuma berlangsung singkat. Riri Khasmita mempermasalahkan pengembalian surat tanah itu, dan menggugat BPN serta Nirina ke PTUN Jakarta.
Nirina Zubir juga digugat oleh tiga pemilik rumah di tanah keluarganya. Dulu, mereka membeli lahan dari Riri Khasmita.
Berita Terkait
-
Belum Terima Tanah Warisan Keluarga Digusur, Ade Jigo: Orangtua Saya Tinggal di Situ dari Tahun 60-an
-
Cerita Kehidupan Ade Jigo dan Keluarga usai Tergusur dari Tanah Warisan
-
Keberatan Ade Jigo atas Eksekusi Tanah Warisan Ditolak Pengadilan
-
Ade Jigo Ngaku Tak Pernah Terima Instruksi Pengosongan Lahan dari PN Jaksel
-
Kalah di Pengadilan, Ade Jigo Diminta Kosongkan Tanah Warisan Keluarga
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap