Suara.com - Anji menanggapi tudingan dirinya membela Ahmad Dhani terkait polemik royalti lagu.
Melalui Instagram pribadinya, Anji menerangkan alasan bergabung dengan Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) meski lebih dikenal sebagai penyanyi ketimbang pencipta lagu.
"Saya di AKSI, bukan mau membela kepentingan Mas Ahmad Dhani. Dia sudah mapan dan kaya. Ngapain dibela?!" tulis Anji pada Jumat (4/4/2025).
Anji kemudian menerangkan bahwa tidak semua anggota AKSI adalah penyanyi seperti dirinya atau anggota band seperti Ahmad Dhani.
Oleh sebab itu, banyak anggota AKSI yang tidak mendapatkan ketenaran apalagi cuan meski lagu-lagunya masih sering dinyanyikan atau didengarkan.
"Tiga orang ini adalah pencipta lagu hits yang selama ini belum/tidak mendapat haknya dari pengguna lagu-lagunya. Ada yang kamu kenal?" tanya Anji.
Dalam unggahannya, Anji membagikan potret bareng Pamungkas.NM., Ryan Kyoto, dan Keenan Nasution.
Sebagai informasi, Pamungkas.NM. merupakan pencipta lagu "Menanti Kepastian" Achmad Albar, "Gaya Remaja" Anggun C Sasmi, dan "Bias Sinar" Nicky Astria.
Baca Juga: Momen Ahmad Dhani dan Mulan Jameela Suap-suapan saat Lebaran Bikin Salfok
"Sendiri Lagi" Chrisye, "Kembali" Novia Kolopaking, dan "Cinta Pertama" Trio Libels merupakan beberapa dari banyak lagu yang diciptakan Ryan Kyoto.
Sementara Keenan Nasution dikenal sebagai pencipta lagu "Nuansa Bening" yang dinyanyikan ulang dan menjadi lagu debut Vidi Aldiano.
"Selain beliau-beliau, ada banyak lagi yang profilnya kurang dikenal karena bukan performer (aktif)," jelas Anji.
Melalui unggahannya tersebut, Anji ingin menjelaskan apabila adanya AKSI bukan untuk kepentingan personal, dalam hal ini dituduhkan kepada Ahmad Dhani.
AKSI hadir untuk semua pencipta lagu yang belum mendapat haknya, bukan Ahmad Dhani saja.
"Bukan cuma membela kepentingan orang-orang mapan yang kalau ditanya soal royalti performing right dari pertunjukan publik, jawabannya 'bukan urusan gue, tanya LMK lah'," sentil Anji, diduga untuk pencipta lagu yang tak bergabung AKSI.
Berita Terkait
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
The Furious, Bukti Film Aksi Asia Masih Sulit Dikalahkan Hollywood
-
Ketum TMI Klaim Program MBG Bikin Anak Sekolah Lebih Percaya Diri, Bentuk Satgas Awasi SPPG
-
Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap