Suara.com - Film horor terbaru, Terikat Jalan Setan bersiap mengudara di bioskop.
Film ini dibintangi oleh deretan bintang ternama seperti Yama Carlos hingga Erna Santosa.
Dalam peluncuran poster baru-baru ini, Harry Dagoe Suharyadi selaku sutradara, penulis dan produser membeberkan proses di balik pembuatan film Terikat Jalan Setan.
Menurutnya, Terikat Jalan Setan merupakan bentuk nyata atas kegelisahan dirinya terhadap dunia mistis.
Harry Dagoe Suharyadi menyebut banyak orang pakai jalan pintas bikin perjanjian dengan setan.
"Film ini lahir dari kegelisahan saya melihat masyarakat hidup dalam kemajuan tetapi tak berdaya menghadapi tekanan hidup," kata Harry Dagoe Suharyadi kepada awak media.
"Banyak orang akhirnya mengambil jalan pintas lewat dunia mistis, tekanan yang bahkan terasa lebih menghimpit dibanding masa penjajahan dulu," sambungnya lagi.
Sedari dulu, Harry Dagoe Suharyadi menuturkan dirinya hidup di dua dunia.
"Sejak kecil, saya hidup di antara dua dunia. Satu yang modern, bergerak cepat dari lampu petromaks ke listrik, dari radio menuju televisi hingga internet," tuturnya menjelaskan.
Baca Juga: Ulasan Film No More Bets: Jerat Penipuan Online dan Perdagangan Manusia
"Satunya lagi, dunia gaib yang tersembunyi namun selalu hadir; perdukunan, okultisme, dan ritual mistis yang berdampingan dengan kemajuan zaman," tambahnya.
Harry Dagoe Suharyadi bilang bahwa Terikat Jalan Setan dikemas sesuai akan beberapa kepercayaan di Indonesia, khususnya di pulau Jawa.
Tentu saja, itu tidak mudah untuk mengangkatnya ke layar lebar.
"Memindahkan okultisme lokal ke layar lebar dengan gaya Barat seperti 'pemerkosaan' budaya bagi saya," ucapnya.
Karena itu, Harry Dagoe Suharyadi cukup berhati-hati ketika menggarap Terikat Jalan Setan.
Pasalnya, dia ingin jalan cerita yang dihadirkan bisa relate dengan para penonton.
Tag
Berita Terkait
-
Pendidikan Mentereng Joko Anwar, Berani Sentil Isu Ijazah Palsu Jokowi
-
10 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Jumbo Urutan Berapa?
-
Lucunya Hantu Pemula Berjuang Takuti Manusia di Film Dead Talents Society
-
Review Film Without Arrows: Dokumenter yang Diam-Diam Menancap di Hati
-
Glen Powell Jadi Penulis dan Pemain di Film Komedi Garapan Judd Apatow
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
BGN Siapkan Sistem Digital, Orang Tua Bisa Pantau Menu MBG
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?
-
Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!
-
Mendagri Ungkap Anggaran Pemulihan Banjir Sumatra Capai Rp 100,1 Triliun
-
Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional
-
Borong Perhiasan di Passion Jewelry, Nasabah BRI Bisa Dapat Cashback hingga Rp5 Juta!