Suara.com - Program pendidikan barak militer yang digagas Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi alias KDM masih menuai pro kontra.
Meski banyak yang pro seperti Psikolog Lita Gading, tak sedikit pula mengkritik seperti Verrell Bramasta dan Denny Cagur.
Belum lama ini, Denny Cagur yang terpilih sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDIP mengungkap keberatannya tentang program barak militer KDM.
"Siswa itu kan permasalahannya beda-beda. Belum tentu berhubungan dengan kedisiplinan," ujar Denny Cagur.
"Jadi dalam permasalahan yang berbeda-beda, dicari jalan keluar masing-masing. Jangan jadikan barak militer jadi satu-satunya solusi," sambungnya.
Oleh sebab itu, Denny Cagur merasa perlu ada pembahasan lebih lanjut mengenai tepat atau tidaknya program barak militer.
Melalui unggahannya di Instagram pada Selasa, 3 Juni 2025, Lita Gading memberikan pembelaan dengan menunjukkan bukti keberhasilan program KDM.
Testimoni anak-anak setelah menjalani program barak militer menjadi bukti yang dibahas Lita Gading dalam kontennya.
"Mana Denny Cagur yang nggak setuju dengan programnya KDM tentang barak TNI?" tanya Lita Gading.
Baca Juga: Terbongkar! Sistem 'Barak Militer' untuk Anak Nakal ala Dedi Mulyadi Juga Ada di Finlandia?
Berbeda dengan anggapan Denny Cagur dan orang-orang kebanyakan, para siswa justru mengaku senang dengan program barak militer.
Salah satu testimoni yang dibahas Lita Gading adalah sekelompok siswa jebolan program barak militer menjadi pasukan pengibar bendera di Gedung Sate.
Padahal mereka hanya dilatih selama beberapa minggu. "Coba kurikulumnya (militer) masukin biar tambah jos," saran Lita Gading.
Pernyataan Denny Cagur bikin Lita Gading kesal lantaran dirasanya hanya bisa membual, sebab belum pernah turun ke lapangan.
Denny Cagur pun terpilih sebagai anggota dewan melalui daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat II yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.
"Kamu itu kan ngambil dapilnya dapil Bandung. Harusnya sewajarnya kamu membantu atau men-support apa yang menjadi programnya KDM," kata Lita Gading.
Berita Terkait
-
Baru Kritik Kebijakan Militer, Denny Cagur Langsung Kena Semprot Netizen
-
Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi, Denny Cagur Malah Panen Hujatan Netizen
-
Denny Cagur Kritik Dedi Mulyadi: Jangan Jadikan Barak Militer Satu-satunya Solusi
-
Survei: Mayoritas Warga Jabar Setuju Program Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer
-
Dengar Curhat Alumni Program Barak Militer Dedi Mulyadi, Raffi Ahmad: Siap Bersaing
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan