Suara.com - Musisi legendaris Fariz Rustam Munaf alias Fariz RM menunjukkan perubahan kondisi yang drastis selama menjalani masa penahanan terkait kasus narkoba yang keempat kalinya.
Sempat tertekan dan menutup diri, kini Fariz RM disebut jauh lebih segar dan bahkan kembali produktif menciptakan karya musik.
Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Deolipa Yumara, usai sidang tuntutan yang ditunda di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 21 Juli 2025.
Menurut Deolipa, ada perbedaan besar antara kondisi Fariz di awal penangkapan dengan keadaannya saat ini.
Deolipa menyebut bahwa pada masa awal penahanan di kepolisian, Fariz RM cenderung lebih tertutup.
Trauma dan tekanan akibat kembali berurusan dengan hukum untuk keempat kalinya menjadi penyebab utamanya.
"Om Fariz, pertama-tama waktu di wilayah penyelidikan-penyidikan, ya, di wilayah Polres, mungkin karena traumatik, kemudian kaget, kemudian tertekan, sehingga lebih tertutup," jelas Deolipa.
Namun, suasana hatinya perlahan mencair. Seiring berjalannya waktu, suami dari Oneng Diana Riyadini ini mulai bisa beradaptasi dan kini kondisinya jauh lebih baik secara psikologis.
"Kalau sekarang kan lebih terbuka. Jadi itu persoalannya karena suasananya sudah mulai mencair di wilayah beliau," lanjut Deolipa.
Baca Juga: 7 Artis Tersandung Kasus Narkoba Tiga Kali Bahkan Lebih, Fariz RM Sudah Empat Kali
Perubahan positif Fariz RM sendiri dipengaruhi oleh gaya hidup yang lebih sehat selama di tahanan.
Tanpa rokok dan minuman serta pola makan yang teratur, fisik Fariz RM terlihat lebih bugar.
"Dia tidak merokok, tidak minum, tidak apa juga, tapi dia cuman makan dan minum biasa jadi badannya lebih segar, lebih sehat," kata Deolipa.
Deolipa pun melihatnya sebagai langkah awal yang baik bagi Fariz RM untuk membersihkan diri sepenuhnya dari jerat narkotika.
"Mudah-mudahan ini adalah langkah pertama di mana dia melakukan proses pembersihan diri dari ketergantungan narkotika," harapnya.
Cerita tim kuasa hukumnya pun dikonfirmasi sendiri oleh Fariz RM selepas sidang. Saat ini, ia memang fokus pada kegiatan yang mendukung keinginannya untuk lepas dari jerat narkoba.
Berita Terkait
-
Komentari Kasus Fariz RM, Eks Kepala BNN: Hukum Pecandu Narkoba Buang-Buang Uang Negara
-
Dikira Sudah Sembuh, Penangkapan Keempat Fariz RM Terkait Kasus Narkoba Bikin Personel Band Kaget
-
Deolipa Yumara Sebut Sidang Narkoba Fariz RM Buang-Buang Waktu
-
Deolipa Yumara: Candu Narkoba Fariz RM Kelewat Berat, Mesti Rehabilitasi
-
Fariz RM Tak Pernah Pakai Narkoba Biar Pede Manggung, Murni Buat Pelarian
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Baim Wong Beri Kode Honor Reza Rahadian, Setara 2 Lamborghini?
-
Ditinggal Ammar Zoni, dokter Kamelia Kepincut Reza Arap?
-
Ian Wibisono Drummer Rocker Kasarunk Meninggal Dunia
-
Olah TKP Kasus Zina Inara Rusli Makan Waktu 1 Jam, Tak Ada Rekonstruksi Adegan
-
7 Potongan CCTV Jadi Bukti Kasus Zina Inara Rusli, Diragukan Ada Unsur Pidana
-
Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?
-
Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!
-
Pengacara Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV: Tidak Perlihatkan Penetrasi, Hanya 2 Menit
-
Hounds of War: Simfoni Balas Dendam yang Brutal, Sahur Ini di Trans TV
-
Tayang di Vidio, Film Ordinary Person Angkat Kisah Kelam Korea 1987