Suara.com - Musisi senior Ari Bernardus Lasso, atau akrab disapa Ari Lasso, kembali menyuarakan isu transparansi royalti musik.
Polemik ini dipicu oleh kesalahan fatal yang dilakukan oleh Wahana Musik Indonesia (WAMI).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @ari_lasso, baru-baru ini, pelantun "Hampa" itu mengungkap bahwa dirinya menerima laporan royalti yang bukan haknya.
WAMI secara keliru mengirimkan data laporan milik anggota lain ke alamat email Ari Lasso.
Menanggapi insiden tersebut, WAMI telah melayangkan surat permohonan maaf resmi yang juga diunggah oleh Ari Lasso.
Dalam surat bertanggal 12 Agustus 2025 itu, WAMI mengakui adanya kekeliruan dan menyampaikan penyesalan.
"Kami telah memastikan bahwa kejadian ini tidak berdampak pada proses maupun jumlah transfer royalti yang Bapak terima," tulis Presiden Direktur WAMI, Adi Adrian, dalam surat tersebut.
Meski WAMI menyebutnya sebagai kesalahan teknis kecil, penyanyi berusia 52 tahun itu memiliki pandangan yang berbeda dan lebih tajam.
Bagi Ari Lasso, insiden salah kirim ini merupakan cerminan dari masalah yang lebih fundamental di tubuh WAMI.
Baca Juga: Tak Putar Lagu Tetap Ditagih, Pengusaha Hotel NTB Protes Mekanisme Royalti LMKN yang Dinilai Memaksa
“Masalah tata kelola ini masih jauh dari selesai. Mungkin untuk case ini, dianggap hanya kesalahan teknis kecil oleh WAMI. Tapi, intinya bukan itu,” tulis Ari Lasso dalam keterangannya hari ini.
Ayah dari lima anak ini menegaskan bahwa persoalan ini bukanlah sekadar bisnis biasa, melainkan menyangkut hak dan pengelolaan karya para musisi yang harus dijalankan dengan benar.
Berita Terkait
-
Gelar Resepsi Pakai Lagu? Awas, Wajib Bayar Royalti! Simak Aturan dan Hitungannya
-
Ari Lasso Belum Dapat Solusi 'Dizalimi' WAMI, Annisa Pohan Colek Menekraf
-
Viral Hotel Disomasi LMKN Gegara Suara Burung, Wirang Birawa Senggol KPK dan Kejaksaan
-
Ari Lasso Meledak Kritik Keras WAMI Soal Royalti, Sederet Musisi Turut Bersuara
-
Suara Live: AHY Dicuekin Gibran hingga Ari Lasso Ngamuk ke WAMI
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
WN Korea Hina Baskara Mahendra sampai Rendahkan Indonesia, Netizen Indonesia Tak Tinggal Diam
-
Masa Lalu Insanul Fahmi Dikuliti, Diduga Rela Jadi Selingkuhan saat SMA
-
Dituding Sebagai Ayah Kandung Ressa Putra Denada, Iwa K: Bukan Anak Gue!
-
Berujung Dipecat, Viral Affiliator Ngaku Direndahkan PIC KOL Gegara Followers Cuma 2 Ribu
-
Alasan Doktif Langsung Sujud Syukur Usai Gugatan Richard Lee Ditolak Hakim
-
Virgoun Angkat Tangan Lihat Aksi Koar-Koar Eva Manurung: Mundur Dikit Wir, Ampun Dah Ah!
-
Kasus Mohan Hazian Memanas, Warganet Seret Lagi Nama Gofar Hilman
-
Alami Vertigo Hingga Muntah-Muntah, Hedi Yunus Dilarikan ke ICU RS Surabaya
-
Survey: Film Indonesia Saingi Popularitas Drama Korea
-
Tok! Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Richard Lee, Doktif Langsung Sujud Syukur