Suara.com - Film thriller menegangkan akan tersaji dalam judul 21 Bridges, yang akan tayang malam ini pukul 23.00 WIB. Dibintangi Chadwick Boseman, film yang dirilis pada 2019 ini menampilkan adegan aksi yang menegangkan khas film Hollywood.
Berikut sinopsis 21 Bridges, yang disutradarai oleh Brian Kirk, yang berpengalaman menggarap serial seperti Game of Thrones.
Di tengah dominasi film superhero, 21 Bridges hadir sebagai angin segar yang mengingatkan penonton pada era keemasan thriller polisi.
Dirilis pada 2019, film ini menempatkan mendiang Chadwick Boseman di garda depan sebagai seorang detektif NYPD yang tak kenal kompromi, dalam sebuah skenario berkonsep tinggi yang penuh adrenalin: menutup seluruh akses keluar-masuk Pulau Manhattan.
Film ini menyajikan perburuan menegangkan yang berlangsung dalam satu malam yang panjang dan penuh pertumpahan darah.
Sinopsis: Satu Malam, Satu Pulau, Tanpa Jalan Keluar
Cerita dimulai dengan sebuah perampokan kokain yang serba salah.
Dua mantan veteran perang, Michael (Stephan James) dan Ray (Taylor Kitsch), mendapati diri mereka berhadapan dengan selusin polisi di sebuah gudang anggur.
Baku tembak brutal pun tak terhindarkan, menewaskan delapan petugas polisi.
Baca Juga: Sinopsi Midway, Film Perang AS vs Jepang Tayang Malam Ini di Trans TV
Kasus ini jatuh ke tangan Detektif Andre Davis (Chadwick Boseman), seorang polisi dengan reputasi ganda: dihormati karena rekam jejaknya, namun juga dicurigai karena kecenderungannya menembak mati para tersangka pembunuh polisi.
Dengan para pelaku yang masih berkeliaran di Manhattan, Davis mengambil langkah drastis yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ia meyakinkan atasannya (diperankan oleh J.K. Simmons) untuk menutup semua 21 jembatan, tiga terowongan sungai, dan menghentikan seluruh layanan kereta serta kereta bawah tanah yang keluar dari pulau tersebut.
Tujuannya satu: menjebak para pembunuh di dalam kota hingga fajar menyingsing.
Bekerja sama dengan detektif narkotika, Frankie Burns (Sienna Miller), Davis memulai perburuan di seluruh kota.
Namun, seiring berjalannya malam, ia mulai menyadari bahwa kasus ini jauh lebih rumit dari sekadar perampokan yang gagal, mengarah pada sebuah konspirasi besar di dalam tubuh kepolisian itu sendiri.
Aksi Klasik dengan Bumbu Konspirasi
21 Bridges dipuji karena berhasil menyajikan sekuens aksi yang apik, brutal, dan disunting dengan tajam.
Adegan kejar-kejaran dan baku tembak dirancang dengan koreografi yang keren, membawa penonton ikut merasakan ketegangan di jalanan New York City yang gelap.
Para kritikus menilai film ini bekerja paling baik di bagian awal ketika masih terasa seperti drama prosedural, di mana Davis dengan cermat menganalisis bukti dari tempat kejadian perkara untuk melacak jejak pelaku.
Sinematografi film ini juga berhasil menangkap atmosfer kota New York yang megah sekaligus berbahaya pada malam hari.
Namun, di balik aksinya yang solid, beberapa kelemahan juga turut disorot.
Meskipun Chadwick Boseman memberikan performa yang kuat dan penuh wibawa sebagai polisi yang lurus, karakternya dianggap kurang kompleks dan cenderung datar.
Seiring berjalannya cerita, premis yang awalnya menjanjikan disebut mulai tergelincir ke dalam kiasan film thriller polisi yang sudah sering terlihat, terutama saat plot konspirasi mulai terungkap.
Misteri utamanya dianggap tidak terlalu mengejutkan dan mudah ditebak bagi penonton yang sudah akrab dengan genre ini.
Meskipun begitu, 21 Bridges tetaplah sebuah tontonan yang menghibur bagi para pencari ketegangan.
Film ini adalah kembalinya genre thriller dewasa yang lebih membumi, dengan fokus pada aksi praktis ketimbang efek visual megah.
Performa Boseman yang memimpin dengan karisma, didukung oleh penampilan Taylor Kitsch yang meyakinkan sebagai penjahat yang terdesak, menjadikan perburuan semalam suntuk di Manhattan ini sebuah perjalanan yang layak untuk diikuti.
Berita Terkait
-
Sinopsi Midway, Film Perang AS vs Jepang Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Fadli Zon Ogah Komentari Kualitas Film Kartun Merah Putih One for All: Saya Belum Nonton!
-
Revolusi Sinema Indonesia: Film Diponegoro Hero Sepenuhnya Dibuat dengan Kecerdasan Buatan
-
Cek Fakta: Film Animasi Merah Putih One for All Berlatar Gudang Senjata
-
Bergenre Dark Comedy, Sinopsis Tinggal Meninggal: Antara Duka dan Perhatian
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Bukan Sinetron Biasa, Dunia Tanpa Tuhan Angkat Komedi Gelap dan Ironi Iman di Pinggiran Jakarta
-
Adu Karier Fajar Sadboy dan Indra Frimawan, Siapa yang Lebih Bersinar?
-
Resmi Menikah, Reza SMASH Gelar Akad di KUA dan Pamer Foto Anti-Mainstream
-
Masa Lalu Terbongkar! Maia Estianty Pernah Panjat Pagar Demi Masuk Kos-kosan
-
Akun YouTube Cuma Ditawar Rp300 Juta, Farida Nurhan Tolak Mentah-Mentah
-
Pecinta Buku Wajib Tahu! Ini 5 Film Adaptasi Novel Tayang di Bioskop 2026
-
Berani Ludahi Fajar Sadboy, Lisa Mariana Kenang Podcast Bareng Indra Frimawan: Host Teraneh!
-
Ratu Rizky Nabila Dicap Pelakor, Pesulap Merah Pasang Badan: Dia Wanita Baik
-
Dinilai Terlalu Sensual, 4 Fakta Kontroversial Film Wuthering Heights Versi Margot Robbie
-
'Banyak Orang Indonesia Kesepian', Alasan Marapthon Season 3 Reza Arap cs Ramai Penonton?