Suara.com - Sebuah lagu legendaris yang telah terpatri di hati para pencinta musik Indonesia akan kembali hadir dengan napas baru.
"Terima Kasih Cinta", hits monumental yang melambungkan nama Afgan, kini siap dibawakan ulang oleh penyanyi berbakat, Asrilia.
Di bawah arahan langsung sang pencipta lagu, Mario Kacang dari 3 Composers, Asrilia dipercaya untuk memberikan sentuhan segar pada mahakarya ini, menjanjikan sebuah interpretasi yang berbeda namun tetap menyentuh jiwa.
Keputusan untuk membawakan ulang lagu sebesar "Terima Kasih Cinta" tentu bukan tanpa tantangan.
Namun, bagi Mario Kacang, kehadiran Asrilia adalah jawaban atas keinginannya sejak lama untuk melihat lagu ciptaannya dinyanyikan dari sudut pandang seorang perempuan.
Ia meyakini bahwa lirik universal lagu ini akan memiliki dimensi baru ketika dibawakan oleh vokal perempuan.
"Saya dihubungi Bemby ada yang mau nyanyiin 'Terima Kasih Cinta' tapi wanita. Saya memang pengin perempuan, biar ada komparasi. Setuju banget kalau yang nyanyi perempuan. Setelah ditelaah lirik, liriknya kan universal, jadi lebih pedelah. Adaptasinya Lia enggak sulit," ujar Mario Kacang kepada wartawan, baru-baru ini.
Di sisi lain, Asrilia sendiri mengakui bahwa ia sempat merasa ragu dan terbebani saat pertama kali menerima tawaran ini.
Bayang-bayang kesuksesan Afgan yang begitu lekat dengan lagu ini menjadi tantangan terbesarnya. Namun, setelah mendalami kembali makna liriknya, ia menemukan sebuah koneksi yang lebih dalam.
Baca Juga: LMKN Punya Komisioner Baru, Anji Tetap Pesimis: Orangnya Itu-Itu Aja
"Awalnya aku ada pilihan beberapa lagu yang aku mau remake. Ini lagu ke-sembilan dari single aku sebelumnya. Aku agak insecure karena ini diva cowoknya Indo," kata Asrilia.
"Tapi setelah aku dengerin lagi, ini (lagu) bukan hanya hubungan manusia dengan manusia, tapi hubungan manusia sama Tuhan. Ternyata kata Mario benar itu spiritualnya," katanya menyambung.
Perbedaan paling signifikan akan terasa pada aransemen musiknya. Bemby Noor, yang juga terlibat dalam proyek ini, menjelaskan bahwa versi Asrilia akan menawarkan warna musik yang sama sekali baru.
Jika versi Afgan dikenal sebagai power ballad yang megah, versi terbaru ini akan terdengar lebih syahdu dengan sentuhan modern.
"Ballad tapi ada nuansa nge-groove, beda signifikan dari yang sebelumnya. Ini syahdu tapi ada pencerahan. Dengan karakter baru, pembawaan baru, karakter yang khas dari Lia," ucap Bemby Noor.
Untuk menghidupkan nuansa baru tersebut, Asrilia secara sadar menahan kekuatan vokalnya yang dikenal powerful, memilih untuk bernyanyi dengan lebih lembut dan penuh perasaan.
Tag
Berita Terkait
-
LMKN Punya Komisioner Baru, Anji Tetap Pesimis: Orangnya Itu-Itu Aja
-
Charly van Houten: Publik Tak Ingat Debat Royalti, Tapi Karya yang Menyentuh Hati
-
Anji Serukan Revolusi Industri Musik Urus Royalti: Bubarkan LMKN dan Bikin Lembaga Baru
-
TAF Juara EMPC 2024: Produser Musik Elektronik Indonesia Siap Tembus Panggung Dunia
-
Resmi Hengkang dari WAMI, Tompi Ancam Tempuh Jalur Hukum Jika Royalti Lagunya Masih Ditagih
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Sosok Dipo, Anak Pandji Pragiwaksono yang Dibully Gegara Materi Mens Rea
-
Mens Rea Pandji Terancam Dihapus? Ini 4 Konten Netflix yang Pernah Di-Takedown Pemerintah
-
Diterpa Isu Terlantarkan Anak Kandung, Denada Posting Momen Mengharukan
-
Telan Biaya Rp85 Miliar, Papa Zola The Movie Janjikan Kualitas Visual Sekelas Hollywood
-
Heboh Riders Fajar Sadboy Minta Alphard Hingga Dior, Asli atau Settingan?
-
Alasan Netflix Tak Hapus Mens Rea Pandji Pragiwaksono Meski Ada Laporan Polisi
-
Geram Fisik Anaknya Dibully Buntut Mens Rea, Istri Pandji Pragiwaksono Ancam Lapor Polisi
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Hubungannya dengan Tompi, setelah Kena Kritik Sang Dokter Bedah
-
Film Surat ke-8 Angkat Potret Gap Generasi Lewat Akting Aurora Ribero dan Arief Didu
-
Sinopsis How to Become a Tyrant di Netflix: Membongkar "Buku Panduan" Diktator Paling Kejam