- Abdel Achrian menilai Eko Patrio terlalu percaya diri meski dikritik dan dibully
- Abdel curiga Eko lupa dengan statusnya sebagai pejabat publik
- Penjarahan rumah Eko Patrio imbas sikapnya yang cuek dengan kritik
Suara.com - Komedian Abdel Achrian angkat bicara soal blunder Eko Patrio dalam menyikapi kritik setelah aksi joget di Gedung DPR RI, yang akhirnya berdampak buruk ke dia sendiri.
Pernyataan Abdel itu disampaikan melalui video yang tayang di kanal YouTube pribadinya pada Senin, 1 September 2025.
Menurut Abdel, Eko Patrio sepertinya terbiasa menganggap remeh komentar dan kritik dari publik.
"Karena memang kayaknya selama ini enggak ada yang di bener-bener dibabel gitu, ngomong begitu. Ini kalau menurut gue ya. Kayak yang, 'Ah, gue mah udah biasa dibully, bully aja silakan segala macam'. Akhirnya beneran dibully," kata Abdel.
Ia menilai pernyataan Eko yang terkesan kebal kritik justru menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
"Iya, kayak statement yang, 'Silakan bully, gue sih enggak mikirin'. Akhirnya bikin dia tone deaf kan. Semua yang bener-bener kritikan, akhirnya dia enggak dengerin," ucap Abdel.
Abdel menyebut sikap abai terhadap masukan publik membuat seseorang kehilangan kepekaan dalam membaca suasana. Padahal sekarang Eko menjabat pejabat publik.
"Dia ngerasa semuanya, 'Ah omongan ini doang, enggak, enggak ini lah'," ungkapnya.
Ia pun mengingatkan agar ke depannya para pejabat tidak menyepelekan suara masyarakat sekecil apapun.
Baca Juga: Apakah Anggota DPR RI yang Dinonaktifkan Sama dengan Dipecat? Ini Penjelasannya
"Jangan anggap enteng suara-suara sekecil apapun," tegas Abdel.
Menurutnya, jika hal itu terus terjadi, seorang tokoh publik bisa semakin jauh dari aspirasi yang disampaikan masyarakat.
"Iya, mungkin sudah terlalu lama menganggap enteng suara-suara itu," ujar Abdel.
Eko Patrio kini memang harus menanggung konsekuensi atas sikap tidak terpujinya sendiri.
Selain rumah yang dijarah habis buntut kemarahan rakyat atas caranya merespons kritik, Eko juga dinonaktifkan dari anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).
Berita Terkait
-
Demo Bulan Agustus Disebut Tidak Lahir dari Isu Tunggal, Tapi Akumulasi Ketidakpuasan Masyarakat
-
Eko Patrio dan Keluarga 'Siap' Kembali ke Rumah, Pasca Penjarahan 6 Bulan Lalu
-
Nonaktif dari Anggota DPR, Eko Patrio Kini Punya Tugas Baru
-
6 Bulan setelah Penjarahan, Eko Patrio Siap Boyong Keluarga Balik ke Rumah Lama
-
Enam Bulan Pasca Penjarahan, Eko Patrio Siap Boyong Keluarga Balik ke Rumah Lama
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Justin Bieber Kantongi Rp171,4 Miliar di Coachella 2026, Bagaimana dengan BIGBANG?
-
Jazz Goes To Campus 2026 Hadir di TIM, Gandeng Erwin Gutawa hingga Tohpati
-
Netizen Shock Harga Bensin Mendadak Naik, Dulu Rp1,4 Juta Kini Rp2,3 Juta
-
Ni Luh Djelantik Sentil Keras I Wayan Koster, Kritik Gubernur Bali Minim Empati
-
Ramai Gosip Istri Ahmad Sahroni Selingkuh dengan Musisi Terkenal, Pengalihan Isu BBM?
-
Muncul Kabinet YouTuber, Ferry Irwandi dan Bobon Santoso Rebutan Posisi Kepala BGN
-
Millen Cyrus Diduga Ubah Gender di KTP, Warganet Langsung Kasih 4 Larangan Keras
-
Viral Murid Acungkan Jari Tengah ke Guru, Dedi Mulyadi Usul Pelaku Dihukum
-
Uya Kuya Klarifikasi Disebut Punya 750 Dapur MBG
-
Inara Rusli dan Insanul Fahmi Menikah Siri Tanpa Saksi, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?