- Kebijakan baru yang mengubah durasi izin impor BBM perenam bulan sebabkan kelangkaan dan kritik.
- Ekonom nilai kelangkaan sengaja diciptakan, rugikan banyak pihak.
- Anak Menkeu sindir kebijakan lewat satire soal kualitas BBM.
Suara.com - Kebijakan yang mengubah durasi izin impor Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi per enam bulan dan mewajibkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta untuk membeli BBM dari PT Pertamina (Persero) jika kuota impor habis, menuai kritik tajam dari berbagai kalangan.
Kebijakan yang diklaim untuk kehati-hatian fiskal ini dinilai sebagai sebuah blunder yang berpotensi merugikan banyak pihak.
Ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai bahwa kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah SPBU swasta merupakan hasil desain kebijakan.
Menurutnya, situasi ini sengaja diciptakan untuk mengalihkan impor BBM dari Singapura ke Amerika Serikat, sejalan dengan dugaan kesepakatan tarif dengan Donald Trump. Fahmy berpendapat bahwa kebijakan ini tidak hanya merugikan SPBU swasta, tetapi juga membebani Pertamina dan mengancam ketahanan energi nasional.
Dia menyebut Pertamina harus menanggung beban tambahan untuk mengimpor BBM yang akan dijual ke swasta, bahkan tanpa margin keuntungan yang signifikan.
Kritik terhadap kebijakan ini tidak hanya datang dari kalangan akademisi, tetapi juga dari figur publik.
Salah satu komentar yang menarik perhatian datang dari Yudo Sadewa, putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Melalui akun Instagram story-nya pada Minggu, 28 September 2025, Yudo menyindir kebijakan tersebut dengan gaya khasnya.
"Kalau begini masa iya lamborghini diisi BBM oplosan? Aku punya juga lambo, tapi belakangnya bak," tulis Yudo.
Baca Juga: Tasya Farasya Dinyanyikan Raisa Lewat Voice Note Saat Galau: Merdu Banget Padahal Bukan Konser
Komentar satir anak Menkeu Purbaya Yudhi tersebut, menyoroti kekhawatiran publik akan dampak kebijakan terhadap kualitas dan ketersediaan BBM di lapangan.
Pernyataan dari anak seorang pejabat tinggi negara ini seolah merefleksikan keresahan masyarakat luas mengenai arah kebijakan energi pemerintah yang dianggap kontraproduktif dan berpotensi menimbulkan masalah baru bagi konsumen dan pelaku usaha.
Berita Terkait
-
Anak Menkeu Purbaya Sindir Outfit Orang Miskin yang Ingin Terlihat Kaya
-
Adu Pendidikan Rocky Gerung vs Purbaya yang Debat Soal Kebijakan Rp200 Triliun
-
Menkeu Purbaya Bikin Gempar Muncul di TikTok: Kita Akan Kaya Bersama
-
Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Menguat Selasa Depan
-
Menkeu Purbaya: Bos Bank Himbara Terlalu Bersemangat Jalankan Ide Presiden
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
Tetap Modis di Tengah Konflik, Intip 8 Inspirasi Gaya Pastel Tasyi Athasyia
-
Akhiri Masa Sunyi, Sheila Dara Kenang Vidi Aldiano di Hari Ulang Tahunnya
-
Tanda-Tanda Persalinan Makin Dekat, Annisa Pohan Bersiap Sambut Anak Kedua
-
Film Horor "Aku Harus Mati" Siap Menghantui Bioskop 2 April 2026: Jual Jiwa Demi Harta
-
Curhatan Panjang Reza Arap Usai 2 Bulan Lula Lahfah Meninggal: Izin Move On Ya Sayang
-
Sudah Kembali Beraktivitas, Sheila Dara Pilih Silent Mode dan Hindari Sorotan Media
-
Iklan Film Aku Harus Mati Bikin Resah, Warga Desak Segera Turunkan
-
Drama Lagi, Clara Shinta Pergoki Suami VCS dengan Cewek Lain Saat Liburan di Bangkok
-
Taqy Malik Sentil Jomblo Ngenes, Warganet Balik Serang Isu Wakaf Al-Qur'an
-
Heboh Poster Vulgar Love & 10 Million Dollars, Peran Davina Karamoy Disorot