-
Mobil rombongan Cantika Davinca menabrak motor tanpa lampu di jalan gelap Magetan dan menewaskan dua remaja.
-
Kecelakaan terjadi saat pengemudi melakukan manuver menyalip dan tidak melihat motor dari arah berlawanan.
-
Cantika menyampaikan belasungkawa dan meluruskan kronologi penyebab kecelakaan.
Suara.com - Malam di Jalan Raya Kawedan-Lembeyan, Desa Tulung, Magetan, berubah menjadi arena tragedi pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Suasana yang semula tenang pecah oleh suara benturan keras yang menandai kecelakaan maut antara mobil Toyota Innova yang membawa rombongan penyanyi dangdut, Cantika Davinca dengan sebuah sepeda motor.
Insiden ini merenggut dua nyawa dan meninggalkan duka mendalam. Berikut adalah runutan kronologi kejadian nahas tersebut.
1. Perjalanan dan Kondisi Jalan
Malam itu, sekitar pukul delapan malam, rombongan Cantika Davinca tengah dalam perjalanan.
Mobil Toyota Innova yang dikemudikan oleh Febri melaju dari arah utara (Kawedanan) menuju selatan (Lembeyan).
Kondisi jalan saat itu digambarkan sangat minim penerangan. Kegelapan malam menyelimuti ruas jalan raya tersebut, sebuah faktor krusial yang nantinya berkontribusi besar terhadap terjadinya petaka.
2. Manuver Mendahului yang Kritis
Di tengah perjalanan, sang pengemudi, Febri, memutuskan untuk melakukan manuver mendahului kendaraan lain yang berada di depannya.
Baca Juga: Cantika Davinca Bicara Usai Kecelakaan Renggut 2 Nyawa: Saya Tidak Lepas Tanggung Jawab
Dalam situasi lalu lintas normal, ini adalah tindakan yang wajar. Namun, dengan kondisi jalan yang gelap, manuver ini membawa risiko yang sangat tinggi.
Saat mobil mulai bergerak ke lajur kanan untuk menyalip, sebuah bahaya tak terduga sedang melaju dari arah berlawanan.
3. Bahaya Tak Terlihat dari Arah Berlawanan
Dari arah selatan, sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh BPW dan memboncengkan rekannya, F, melaju ke arah mereka.
Fatalnya, sepeda motor tersebut tidak menyalakan lampu utamanya. Dalam kegelapan pekat di ruas jalan tersebut, keberadaan motor ini nyaris tidak terlihat oleh pengemudi Innova hingga jarak sudah sangat dekat.
Ketiadaan lampu depan inilah yang menjadi pemicu utama mengapa tabrakan tidak dapat dihindari.
4. Benturan Keras Tak Terhindarkan
Hanya dalam hitungan sepersekian detik, ketika pengemudi Innova menyadari adanya sepeda motor di jalurnya, semuanya sudah terlambat.
Upaya menghindar tak lagi memungkinkan. Benturan keras pun terjadi. Bagian depan mobil menghantam sepeda motor dengan kekuatan penuh, melemparkan kedua pengendaranya.
Akibat dahsyatnya tabrakan, mobil Innova kehilangan kendali dan salah satu bannya pecah setelah benturan terjadi fakta yang kemudian diklarifikasi oleh Cantika untuk menepis isu bahwa kecelakaan disebabkan oleh ban pecah.
5. Akibat Fatal dan Respons Cepat
Dampak dari tabrakan ini sangat fatal. BPW dan F mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Warga sekitar dan pengguna jalan lain yang mendengar suara benturan segera berdatangan untuk memberikan pertolongan, namun nyawa kedua remaja tersebut tidak terselamatkan.
Aparat kepolisian dari Satlantas Polres Magetan segera tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan mengevakuasi korban serta kendaraan yang terlibat.
Klarifikasi dan Pernyataan Duka dari Cantika Davinca
Keesokan harinya, Sabtu (4/10/2025), Cantika Davinca merilis pernyataan resmi melalui media sosialnya.
Ia tidak hanya menyampaikan belasungkawa yang tulus, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh.
Ia meluruskan kronologi, menekankan bahwa penyebabnya adalah upaya menghindari motor tanpa lampu di jalan gelap, bukan karena ban pecah sebelumnya.
Pernyataannya menjadi penutup dari rangkaian peristiwa tragis ini, sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan berkendara.
Berita Terkait
-
Cantika Davinca Bicara Usai Kecelakaan Renggut 2 Nyawa: Saya Tidak Lepas Tanggung Jawab
-
Tembus 187 Kasus, Kecelakaan Kereta di Daop 1 Jakarta Terbanyak Melibatkan Orang!
-
Innova Pedangdut Cantika Davinca Remuk, Hindari Motor 'Siluman' Berujung Ngerusuk Rumah
-
Viral Korban Kecelakaan Diduga Ditolak Puskesmas, Dibiarkan Tergeletak di Teras
-
Tanpa Kata Maaf, Nadya Almira Pilih Pikir Dulu Saat Diminta Jenguk Korban Kecelakaannya Dulu
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Sony Pictures Siap Garap Film Animasi Venom, Tom Hardy Jadi Produser
-
Buruan Serbu! Hari Terakhir Diskon 50 Persen Tiket Nonton di m.tix Spesial HUT BCA
-
Kisah Inspiratif Lipay Xia, dari Titik Terendah hingga Sukses di Dunia Cosplay dan E-Sport
-
Viral Video WNI di Jepang Ronda Sahur, Warganet Indonesia Ikut Minta Maaf
-
Kontroversi LPDP Berlanjut, Cindy Fatikasari Ungkap Pindah ke Kanada Tanpa Dana Negara
-
Viral Lagi Tulisan Dwi Sasetyaningtyas Soal Ayah Kandung dan Mertua, Dendam Sushi Saat Hamil Memanas
-
Profil Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM yang Kritik Pemerintahan Prabowo-Gibran 'Rezim Bodoh'
-
Kupas Tuntas Status LPDP Dwi Sasetyaningtyas: Benarkah Negara Membiayai Studinya Hingga ke Oxford?
-
Lebih dari Sekadar Drama Keluarga, Film Titip Bunda di Surga-Mu Ajarkan Arti 'Pulang' Sesungguhnya
-
Viral Warga Datang Tarawih Lebih Awal Sejak Pukul 3 Sore, Ada Amplop Berisi Uang yang Jadi Rebutan