- Film 'Rangga & Cinta' memilih mempertahankan latar awal 2000-an sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas cerita dan refleksi masa transisi sosial budaya Indonesia.
- Keputusan ini juga menjaga romantisme khas era analog yang tak bisa digantikan oleh teknologi modern.
- Selain itu, latar waktu menjadi sarana pembelajaran sejarah yang memperkaya karakter dan konflik, baik bagi penonton maupun para pemain muda.
Meskipun latar waktu menjadi elemen penting, Mira menegaskan bahwa inti dari kisah cinta remaja tetap bisa dirasakan oleh penonton lintas generasi.
3. Fungsi Sejarah dalam Cerita Cinta
Riri Riza menekankan bahwa latar waktu dalam film bukan sekadar elemen visual, melainkan bagian penting dari narasi yang memperkuat karakter dan konflik. Ia mencontohkan hubungan Rangga dan ayahnya sebagai cerminan dinamika sosial-politik khas masa transisi reformasi.
"Mungkin yang Mira maksud dengan menggambarkan waktu, reformasi, kalau di lihat di ceritanya kan ada cerita tokoh Rangga dan ayahnya yang bisa, mungkin bisa dirasakan. Dan itu tidak bisa dilepaskan dari cerita Ada Apa Dengan Cinta," imbuh Riri Riza.
Bagi para aktor muda yang terlibat, latar waktu tersebut juga menjadi media pembelajaran sejarah yang hidup dan bermakna, bukan hanya bagi penonton tetapi juga bagi mereka sendiri.
"Sebenarnya buat teman-teman pemain juga, karena buat kita semua ini, ini pengalaman untuk belajar sejarah dan juga belajar tentang bagaimana film itu bisa menceritakan sebuah masa dengan jelas," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Film Filosofi Teras Siap Mengajarkan Stoikisme Melalui Drama Keluarga yang Menguras Air Mata
-
Note of Mothership: Pesan Kemanusiaan Karya Anyar Legenda Musik Jepang Haruomi Hosono
-
Terlalu Berat! Para Pemain Film Sofia sampai Minta Terapis usai Baca Naskah
-
Bukan Akting! Ananta Rispo Akui Ditampar Sungguhan oleh Dodit Mulyanto demi Film Ketok Mejik
-
Berapa Harta Kekayaan Gus Miftah? Ini 6 Sumber Kekayaannya
-
Gandeng Musisi Lintas Negara, Bella Fawzi Rilis Lagu 'Our Power' demi Palestina
-
Nadine Kei Inara Buktikan Logika Data Science dan Jiwa Seni Bisa Berjalan Beriringan
-
Soundrenaline Sana Sini 2026 Siap Guncang Blok M, Ada Last Dinosaurs hingga Sal Priadi
-
Di Balik Tawa Temon Templar: Sosok Ayah Bertanggung Jawab dan Jenius Lulusan UI
-
Bukan Sekadar Akting, Titi Kamal Ternyata Punya Hobi Berburu Hantu di Lokasi Angker