- Film Korea sudah banyak yang mendunia
- Kesuksean film di kancah internasional tergantung ekosistem kreatif di negera itu sendiri
- Ekosistem industri film Indonesia belum solid dan terencana
Suara.com - Industri film Korea Selatan telah menunjukkan taringnya di kancah global, bahkan berhasil memenangkan Piala Oscar melalui film "Parasite".
Kesuksesan ini seringkali memicu pertanyaan, mengapa film Indonesia belum mampu mencapai level yang sama dan bersaing dengan Hollywood maupun Korea?
Sutradara ternama, Joko Anwar, memberikan analisis tajamnya mengenai isu ini.
Menurutnya, kunci utama kesuksesan industri film suatu negara terletak pada ekosistem yang solid dan terencana.
Hal inilah yang ia lihat dimiliki oleh Korea Selatan, namun belum terbangun di Indonesia.
"Basically film itu secara industri, kalau misalnya kita mau sukses kan tergantung banget sama ekosistemnya," ujar Joko dalam sebuah siniar di kanal YouTube Risyad and Son, Rabu, 12 November 2025.
Sutradara "Perempuan Tanah Jahanam" itu menjelaskan bahwa Korea Selatan memiliki "grand plan" atau rencana besar yang melibatkan sinergi antara pemerintah, para konglomerat (chaebol), sekolah film, dan pelaku industri itu sendiri.
"Jadi, ada grand plan. Dibutuhkan memang, duduk bareng semua stakeholder perfilman Indonesia, untuk membuat grand plan," jelasnya.
Sebaliknya, ia menilai industri film di Tanah Air masih berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya rencana besar yang terintegrasi.
Baca Juga: Resmi Rilis Teaser, The Devil Wears Prada 2 Siap Tayang Mei 2026
Kurangnya dukungan sistematis ini menjadi salah satu penghambat utama.
"Kalau kita dibilang kenapa belum bisa bersaing, karena memang nggak ada grand plan kita sebagai industri film," katanya.
Joko juga menyoroti masalah regulasi yang memberatkan, seperti pajak berlapis yang harus ditanggung oleh para pembuat film, yang membuat industri film lokal semakin sulit untuk berkembang dan bersaing secara global.
Berita Terkait
-
Review Jack Ryan: Ghost War, Saat Sang Agen Menghadapi Musuh Masa Lalunya
-
Proyek Antologi Anime Pursuing the Future Ungkap Dua Film Pendek Pertama
-
Mahershala Ali Bintangi Your Mother Your Mother Your Mother, Ini Teasernya
-
Review Film Obsession: Suguhkan Horor Psikologis tentang Obsesi Berbahaya
-
Memahami Gejolak Konflik Kerusuhan Film Tanah Runtuh dari Kacamata Anak
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan
-
Hadirkan Jirayut, Film Cek Khodam Padukan Unsur Mistis Lokal dan Komedi Khas Thailand
-
Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia
-
Lagu Baru Luqman Podolski 'Ayah' Ungkap Sisi Kelam Hubungan Keluarga yang Jarang Dibicarakan
-
Bukan Algoritma, Ini Sosok 'Pemain Baru' di Balik Lagu Viral TikTok yang Perlu Kamu Tahu