Entertainment / Film
Minggu, 30 November 2025 | 19:00 WIB
Review Legenda Kelam Malin Kundang, Bukan Sekadar Cerita Anak Durhaka (imdb)

Suara.com - Ketika menonton Legenda Kelam Malin Kundang, rasanya seperti membaca legenda rakyat yang kita kenal sejak kecil, tapi versi ini lebih gelap, lebih menegangkan, dan sedikit… menyiksa mental.

Alif (Rio Dewanto), tokoh utama, adalah seniman micro painting yang hidupnya damai tiba-tiba diacak-acak oleh ingatan yang hilang dan trauma masa lalu.

Saya duduk di kursi bioskop sambil menatap layar, mencoba menyusun puzzle gelap yang tampaknya semakin membingungkan setiap detiknya.

Jujur, sensasinya membuat adrenalin naik, sekaligus membuat kepala sedikit pusing karena ketegangan yang konstan.

Bukan Cerita Anak Durhaka Biasa

Review Legenda Kelam Malin Kundang, Bukan Sekadar Cerita Anak Durhaka (imdb)

Kalau selama ini kita mengenal Malin Kundang sebagai cerita anak durhaka yang kena kutuk, film ini menyajikannya dalam bentuk psychological thriller yang lebih modern.

Film ini bukan sekadar soal anak durhaka kena azab, tapi lebih dalam, yakni tentang rasa bersalah, trauma, dan rahasia keluarga yang dikubur begitu dalam.

Saat menonton, saya merasa terseret ke dalam ingatan Alif, merasakan ketidakpastian yang sama, dan sesekali menahan napas karena beberapa adegannya memang disturbing.

Rasanya, masa lalu Alif menuntut balas secara brutal, tapi tetap terasa realistis secara psikologis.

Baca Juga: Agak Laen: Menyala Pantiku! Rilis Hari Ini, Ernest Prakasa Justru Berduka atas Bencana di Sumatera

Sentuhan Joko Anwar Masih Sangat Terasa

Review Legenda Kelam Malin Kundang, Bukan Sekadar Cerita Anak Durhaka (imdb)

Salah satu hal paling mencengangkan adalah fakta bahwa Joko Anwar menulis, memproduseri, dan mengedit film ini sendiri.

Kursi sutradara memang tidak diduduki olehnya, melainkan dua nama baru yakni Kevin Rahardjo dan Rafki Hidayat.

Namun Legenda Kelam Malin Kundang masih sangat terasa seperti "bayangan pikiran Joko Anwar" yang seluruhnya dituangkan ke layar.

Hasilnya, setiap adegan terasa sangat presisi, setiap kilas balik dan twist dibangun dengan sangat hati-hati, seolah penonton diajak masuk langsung ke dalam kepalanya.

Bisa dibilang, film ini adalah karya Joko Anwar yang sangat personal dan penuh visi, serta berani.

Load More