- Film aksi berjudul Force of Nature yang disutradarai Michael Polish, dirilis global pertengahan 2020.
- Alur cerita berpusat pada perampokan karya seni senilai US$55 juta di tengah badai kategori 5 Puerto Riko.
- Kritikus internasional menilai film ini klise, kurang menggigit, dan sekadar memanfaatkan nama besar Mel Gibson.
Suara.com - Bagi penggemar film aksi lawas yang merindukan sosok Mel Gibson kembali mengangkat senjata, Force of Nature mungkin menjadi judul yang sempat mampir di radar tontonan Anda.
Meski beberapa penonton mungkin baru menemukannya di layanan streaming pada 2022, film yang disutradarai oleh Michael Polish ini sejatinya dirilis secara global pada pertengahan 2020.
Menampilkan deretan bintang seperti Emile Hirsch, Kate Bosworth, Stephanie Cayo, David Zayas, dan tentu saja Mel Gibson, film ini menawarkan premis klasik: perampokan di tengah bencana alam.
Namun, apakah kombinasi badai kategori 5 dan aksi tembak-menembak ini cukup untuk memuaskan dahaga pencinta action?
Berikut adalah ulasan dan sinopsis lengkapnya yang dirangkum dari berbagai sumber internasional.
Sinopsis: Heist di Tengah Amukan Badai
Cerita berlatar di Puerto Riko yang sedang bersiap menghadapi badai besar.
Cardillo (Emile Hirsch), seorang polisi yang tampak jenuh dengan pekerjaannya, ditugaskan untuk mengevakuasi penghuni sebuah kompleks apartemen tua.
Di sana, ia bertemu dengan Dr. Troy (Kate Bosworth) yang memohon bantuan untuk mengevakuasi ayahnya, Ray (Mel Gibson), seorang pensiunan detektif yang keras kepala dan menolak meninggalkan kursinya meski badai menerjang.
Baca Juga: Review Film Timur: Dipenuhi Citra Baik TNI AD
Situasi berubah mencekam ketika sekelompok perampok profesional yang dipimpin oleh John the Baptist (David Zayas) menyusup ke gedung tersebut.
Tujuan mereka bukan sekadar menjarah, melainkan menemukan karya seni bernilai US$55 juta yang tersembunyi di salah satu unit apartemen.
Terjebak di dalam gedung dengan badai yang kian mengganas di luar, Cardillo, Ray, dan Troy harus bahu-membahu melawan para penjahat bersenjata lengkap tersebut.
Aksi Klise yang Kurang Menggigit
Meskipun premis "Die Hard di tengah badai" terdengar menjanjikan, respons kritikus internasional terhadap film ini cenderung dingin.
Banyak yang menyoroti bahwa naskah film terasa usang dan kurang memanfaatkan potensi ketegangan dari setting badai itu sendiri.
Berita Terkait
-
Review Film Timur: Dipenuhi Citra Baik TNI AD
-
Gunpowder Milkshake Malam Ini: Ketika Pembunuh Elite Lindungi Gadis Kecil dari Organisasi Misterius
-
Midway: Spektakel Perang Dunia II yang Menggelegar, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Positively Yours, Dibintangi Choi Jin Hyuk dan Oh Yeon Seo, Tayang 2026
-
Angel Has Fallen: Gerard Butler yang Pahlawan Dituduh Jadi Pengkhianat, Malam Ini di Trans TV
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
Terkini
-
Sooyoung SNSD dan Jung Kyung Ho Putus Usai 14 Tahun Berpacaran
-
Suami Ikut Nangis di Ruang Operasi, Amanda Manopo Ungkap Detik-Detik Persalinan Anak Pertama
-
Bawa Bukti Rekam Medis, Mantan ART Erin Taulany Alami Gangguan Jiwa Usai Bekerja: Kondisinya Cemas
-
Film Tanah Runtuh Berlatar Konflik Poso, Kamera Bergerak Liar Jadi Tantangan Pemain
-
Via Vallen Murka Usai Jadi Korban Body Shaming: Disuruh Diet Pas Lagi Menyusui Dua Anak!
-
Bongkar Biaya Jadi Pilot, Ridho Slank Sebut Terbangkan Pesawat Lebih Murah daripada Main Golf
-
Curhat di Threads, Citra Scholastika Soroti Etika Booking Jasa Penyanyi
-
Visinema Studios Meriahkan JFF for Kids 2026 Lewat Nussa, JUMBO, dan Na Willa
-
Intip Benefit Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, dari Fan Sign hingga Foto Berdua
-
Kasus Hanania Group: Keanu AGL Penuhi Panggilan, Awkarin Mangkir Tanpa Kabar