- 6 Days, film prosedural karya Toa Fraser ini menceritakan pengepungan Kedutaan Iran di London tahun 1980 oleh enam pria bersenjata.
- Pengepungan enam hari itu melibatkan narasi negosiasi, persiapan militer SAS (Operasi Nimrod), dan pelaporan media.
- Film ini diapresiasi akurat menampilkan klimaks penyerbuan 17 menit oleh SAS yang mengubah sejarah pasukan khusus.
Suara.com - Bagi penggemar film yang diangkat dari kisah nyata dengan intensitas tinggi, 6 Days adalah sebuah sajian prosedural yang menegangkan.
Disutradarai oleh Toa Fraser, film ini menyoroti salah satu peristiwa terorisme paling krusial dalam sejarah Inggris modern: Pengepungan Kedutaan Besar Iran di London pada tahun 1980.
Dibintangi oleh Jamie Bell, Mark Strong, Abbie Cornish, serta didukung oleh penampilan dari Mia Blake dan Emun Mohammadi, film ini menawarkan perspektif multi-sudut pandang tentang bagaimana enam hari yang mencekam tersebut berakhir dengan operasi militer yang mengubah wajah pasukan khusus dunia selamanya.
Cerita bermula pada 30 April 1980, ketika enam orang pria bersenjata menyerbu Kedutaan Besar Iran di Princes Gate, London, dan menyandera 26 orang di dalamnya.
Kelompok teroris ini menuntut pembebasan tahanan di Iran dan pengakuan internasional atas perjuangan mereka.
Narasinya terbagi menjadi tiga sudut pandang utama yang saling beririsan:
Negosiasi: Max Vernon (Mark Strong), seorang inspektur polisi yang bertugas sebagai negosiator utama.
Ia berpacu dengan waktu untuk menjaga para teroris tetap tenang dan mencegah eksekusi sandera.
Di tim pendukung kepolisian ini, kita juga melihat peran Mia Blake (sebagai anggota tim komunikasi/polisi) yang turut membantu koordinasi di tengah situasi genting.
Baca Juga: Sinopsis Film Shelter, Misi Bahaya Jason Statham Selamatkan Gadis Muda
Militer: Rusty Firmin (Jamie Bell), pemimpin tim Special Air Service (SAS).
Sambil menunggu perintah dari pemerintahan Margaret Thatcher, tim ini merancang strategi penyerbuan yang dikenal sebagai "Operasi Nimrod".
Media: Kate Adie (Abbie Cornish), jurnalis BBC yang melaporkan kejadian tersebut secara langsung dari garis depan, menjadi mata dan telinga publik dunia.
Konflik memuncak ketika pemimpin teroris, Salim (Ben Turner), dan anggotanya seperti Faisal ( Emun Mohammadi) mulai kehilangan kesabaran.
Ketika seorang sandera dieksekusi dan dilempar keluar gedung, negosiasi dianggap gagal, dan SAS diberi lampu hijau untuk menyerbu.
Sebagai sebuah film aksi-biografi, 6 Days mendapatkan apresiasi karena keakuratan detailnya.
Film ini dianggap berhasil menangkap atmosfer "menunggu" yang menyiksa.
Sutradara Toa Fraser tidak terburu-buru masuk ke adegan tembak-menembak.
Sebaliknya, ia membangun ketegangan melalui keheningan, strategi, dan tekanan psikologis antara negosiator dan teroris.
Jamie Bell tampil prima sebagai Rusty Firmin.
Ia berhasil menanggalkan citra aktor ciliknya (dari Billy Elliot) dan bertransformasi menjadi prajurit elit yang efisien dan dingin.
Fisiknya yang terlatih dan fokus yang intens memberikan kredibilitas pada karakter anggota SAS.
Sementara itu, Emun Mohammadi yang memerankan Faisal, salah satu teroris, memberikan nuansa ancaman yang nyata di dalam gedung kedutaan.
Interaksi antara para penyandera dan sandera digambarkan dengan cukup manusiawi namun tetap mengerikan.
Namun, film ini bukan tanpa kritik. Meskipun film ini kompeten secara teknis, ia terkadang terasa terlalu kaku seperti dokudrama televisi.
Karakter-karakternya, meskipun diperankan dengan baik, seringkali tidak memiliki kedalaman latar belakang yang cukup karena film terlalu fokus pada urutan kejadian (kronologi) daripada eksplorasi emosional.
Kekuatan utama film ini terletak pada babak akhirnya. Penyerbuan SAS yang berlangsung selama 17 menit di dunia nyata direka ulang dengan presisi yang memukau.
Suara ledakan, asap, dan kekacauan taktis di dalam gedung kedutaan menjadi payoff yang memuaskan bagi penonton yang telah bersabar mengikuti alur negosiasi yang lambat.
6 Days adalah film yang solid bagi mereka yang menyukai sejarah militer dan operasi taktis.
Film ini menghindari sensasionalisme berlebihan ala Hollywood dan memilih pendekatan yang lebih "kering" namun akurat.
Meskipun mungkin kurang menggali sisi emosional karakter pendukung seperti peran yang dimainkan Mia Blake atau latar belakang mendalam dari karakter Emun Mohammadi, film ini sukses memberikan penghormatan pada keberanian tim SAS dan ketahanan para sandera.
Film 6 Days bisa Anda saksikan Selasa (9/12/2025) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV.
Berita Terkait
-
Sinopsis Film Shelter, Misi Bahaya Jason Statham Selamatkan Gadis Muda
-
Colombiana: Balas Dendam Zoe Saldana ke Gembong Narkoba, Malam Ini di Trans TV
-
Wonder Woman: Kebangkitan Heroik Gal Gadot dan Rekor Box Office, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis 13 Days 13 Nights, Film Berlatar Perang Amerika vs Taliban
-
Sinopsis Film My Crazy Feminist Girlfriend, Comeback Mei Nagano yang Tuai Kontroversi
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Banyak Pilihan Genre, 5 Film Bioskop Tayang Lebaran
-
Adhisty Zara Menghilang dari Sinetron Beri Cinta Waktu, Ada Masalah Apa?
-
Jelang Rilis Film Na Willa, Ryan Adriandhy Takut Bikin Penonton Anak-Anak Kecewa
-
Via Vallen Lahirka Anak Kedua, Dokter Ungkap Kondisi Mengejutkan Sang Bayi
-
Sopir Taksi Ketemu Vidi Aldiano, Diberi Segepok Uang Rp7 Juta untuk Mudik
-
Biasanya Tegar, Tangis Ayah Vidi Aldiano Pecah di Depan Sosok Ini
-
Sinopsis Phantom Lawyer dan Karakter Menarik Han Na Hyun
-
Sinopsis We, Everyday: Film Terakhir Kim Sae Ron Tentang Sahabat Jadi Cinta
-
Sinopsis Operation Fortune: Ruse de guerre, Tayang Sahur Dini Hari Nanti di Trans TV
-
Ambisi Jadi Duo Kadir - Doyok Baru, Oki Rengga dan Lolox Berduet di Film Tiba-Tiba Setan