- Garin Nugroho menerima gelar Officier dans l’Ordre des Arts et des Lettres dari Kementerian Kebudayaan Prancis pada 1 Desember 2025.
- Penghargaan tersebut menandai kenaikan pangkat dari gelar Chevalier yang diterima Garin pada tahun 2015.
- Garin diapresiasi atas kontribusinya yang memperluas sinema Indonesia dan memperkuat dialog budaya dengan Prancis.
Sisi lain, bangga adalah apa yang dirasakan kolega dan keluarga atas penghargaan terbaru yang diterima Garin Nugroho, dan penuh pengharapan adalah apa yang dirasakan oleh Indonesia.
Melalui karya-karyanya, Garin Nugroho tidak pernah melepaskan apalagi mengabaikan Indonesia. Baik dari segi cerita maupun proses produksi yang melekatkan diri kepada masyarakat Indonesia.
Bahkan secara khusus dalam acara yang diperuntukkan dirinya, Garin mempersilakan dua seniman muda asal Papua untuk tampil di panggungnya.
Garin Nugroho tidak hanya memiliki kemampuan dalam membuat sinema, namun sekaligus menciptakan ruang bagi mereka ingin dan pantas untuk berkarya.
Pada sambutannya, Garin meninggalkan wejangan yang jarang diperhatikan, di balik prosesnya sebagai seorang sutradara maupun manusia,
"Ikuti arah dari seni itu sendiri. Buatlah yang tidak biasa menjadi biasa, yang tidak mungkin menjadi mungkin, dan yang kacau menjadi estetik. Buatlah menjadi sederhana," ujar Garin Nugroho dalam JAFF 2025 French Night.
Kita harus berterima kasih kepada Garin Nugroho atas karya-karyanya di dunia perfilman tanah air. Namun kita juga harus berterima kasih kepadanya atas dedikasi untuk meraih apa yang dinilai tidak mungkin, menciptakan apa yang dipandang tidak biasa, dan mengubah yang disalahpahami sebagai sesuatu yang semrawut sampai hari ini, di Indonesia.
Sebagaimana kita berterima kasih kepada Prancis atas kolaborasi-kolaborasi yang terjalin. Termasuk dengan kebaikan dalam mempersilakan JAFF 2025 memutar film Opera Jawa karya Garin Nugroho yang arsipnya dimiliki oleh Prancis, bukan Indonesia.
Penghargaan untuk Garin Nugroho bukan sekadar gelar, melainkan pilar untuk masa depan Indonesia dan Prancis, baik dalam urusan sinema maupun pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan.
Baca Juga: FSP 2025: Sinema sebagai Jembatan Diplomasi 75 Tahun RI-Prancis
Berita Terkait
-
Perayaan 20 Tahun JAFF, Opera Jawa Garin Nugroho Kembali Diputar Pakai Format Seluloid Langka
-
Menyimak Kegelisahan Garin Nugroho dalam Film Siapa Dia
-
Ifan Seventeen Bertemu Garin Nugroho, Bahas Amanah Direktur Utama PFN di Tahun Kecemasan
-
Hak Rakyat Dikorbankan, Garin Nugroho Desak Pemerintah Lakukan Ini
-
Rahasia di Balik Keindahan Samsara: Garin Nugroho Ungkap Kisah Pembuatan Film Musikal Tanpa Dialog
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan