- Ari Bias menggugat PT Aneka Bintang Gading sebesar Rp4,9 miliar atas dugaan penggunaan lagu "Bilang Saja" tanpa izin dan tanpa royalti.
- Nominal tersebut merupakan tuntutan ganti rugi sesuai UU Hak Cipta atas pelanggaran hukum, bukan sekadar permintaan bayar royalti biasa.
- Gugatan perdata ditempuh di PN Jakarta Pusat setelah upaya penelusuran melalui LMKN selama satu tahun tidak membuahkan hasil.
Suara.com - Pencipta lagu Ari Bias memberikan penjelasan terkait nominal Rp4,9 miliar yang tercantum dalam gugatan perdata terhadap PT Aneka Bintang Gading atau HW Group (Holywings).
Gugatan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran hak ekonomi dan hak moral atas lagu Bilang Saja.
Ari Bias menjelaskan, gugatan ia layangkan karena adanya dugaan penggunaan lagu Bilang Saja tanpa izin serta tidak dibayarkannya royalti atas penampilan Agnez Mo dalam sejumlah acara yang diselenggarakan di lokasi bisnis milik PT Aneka Bintang Gading.
Menurut Ari Bias, royalti yang dipersoalkan berasal dari tiga aksi panggung Agnez Mo saat membawakan lagu tersebut, yang diduga tidak pernah dibayarkan oleh pihak penyelenggara acara.
"Nah ini yang sering keliru, jika terbukti (PT Aneka Bintang Gading melanggar), maka pencipta dapat menuntut ganti rugi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta," kata Ari Bias kepada awak media pada Rabu, 7 Desember 2026.
Dia menegaskan, tuntutan tersebut bukan permintaan pembayaran royalti, melainkan ganti rugi atas pelanggaran hukum yang diduga terjadi.
"Jadi bukan menuntut bayar royalti. Royalti itu dibayar untuk pengguna yang taat hukum, dibayar sesuai aturan dan tarif yang berlaku pada waktu penggunaan tersebut," tutur Ari Bias.
Ari Bias mengungkapkan, sebelum mengajukan gugatan perdata, dia telah menelusuri haknya melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) selaku pengelola royalti.
Namun, selama sekitar satu tahun, dia tidak memperoleh kejelasan terkait pembayaran tersebut.
Baca Juga: Selain Devano, 6 Artis Indonesia Ini Rela Ganti Nama Panggung Demi Hoki dan Citra Baru
Karena tidak menemukan penyelesaian, Ari Bias akhirnya menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Terkait besaran gugatan Rp4,9 miliar, Ari Bias menegaskan angka tersebut bukan ditetapkan secara sepihak olehnya, melainkan mengacu pada ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta.
"(Nominal gugatan Rp4,9 miliar) itu materi pokok perkara. Jadi saya enggak berkompeten menjelaskan secara teknis karena saya juga orang awam," terangnya.
"Tapi intinya, angka yang kita rumuskan itu berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta. Jadi bukan angka yang saya buat sendiri," tambah Ari.
Apabila PT Aneka Bintang Gading dinyatakan bersalah dalam putusan pengadilan, pihak tergugat diwajibkan membayar ganti rugi senilai Rp4,9 miliar kepada Ari Bias selaku pencipta lagu.
Adapun gugatan tersebut telah terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 136/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2025/PN Niaga Jkt.Pst.
Berita Terkait
-
HW Group Menang Gugatan Hak Cipta, Tuntutan Rp 4,9 Miliar Ari Bias Ditolak Pengadilan
-
Ari Bias Ungkap Royalti Musik Anjlok, Singgung Juga Gugatan Rp4,9 Miliar ke Agnez Mo
-
Buntut Serang Maia, Jejak Digital Ahmad Dhani Dikuliti: Rumor Ciuman dengan Agnez Mo Viral Lagi
-
Agnez Mo Berduka atas Kepergian Vidi Aldiano, Kenang Persahabatan yang Jarang Diketahui Publik
-
Agnez Mo Hadiri Bukber di Dubai, Sikap Aslinya Dibongkar Orang Dalam
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
3 Dekade Menghibur, Project Pop Siap Guncang Jakarta Lewat Konser Forever Young Forever Fun
-
Promotor Ungkap Konsep Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Dibuat Lebih Intim dan Eksklusif
-
Padi Reborn Bawa 'Momen Sakral' Konser Dua Delapan ke Layar Lebar: Siap-Siap Merinding!
-
Gaia Music Festival 2026 Ajak Penonton Menikmati Musik di Tengah Alam Bandung
-
Sinopsis Film Anak-Anak Bambu, King Faaz Siap Beri Kejutan
-
Target 3 Juta Penonton di Film "402 Rumah Sakit Angker Korea", Simak Plot Twist Tak Terduga!
-
Givri Taj Cerita Transformasi Lewat Operasi Plastik di Vietnam, Sedot Lemak hingga Fat Grafting
-
402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere di Korea, Dapat Sambutan Hangat dari Penonton BIFAN 2026
-
26 Started with a Yes!: Kado Ultah Terindah Eltasya Natasha, Dilamar Kekasih
-
Bukan Hantu, Ini Hal Tak Terduga yang Paling Ditakuti Pemain Selama Syuting Film Munafik