- Dokter Detektif (Doktif) menghadiri pemeriksaan sebagai tersangka dengan kursi roda dan infus, yang dianggap menyindir ketidakhadiran Richard Lee sebelumnya.
- Karena kondisi kesehatan yang menurun drastis, pemberian keterangan (BAP) ditunda dan dijadwalkan ulang pada 6 Februari 2026.
- Doktif menegaskan tidak ada kata damai bagi Richard Lee dan tetap fokus pada pembuktian kasus pencemaran nama baik yang menjeratnya.
Suara.com - Babak baru perseteruan antara Dokter Detektif (Doktif) dan Richard Lee kembali bergulir.
Bila sebelumnya pada Senin, 19 Januari 2026, Richard Lee batal diperiksa atas status tersangka di Polda Metro Jaya dengan alasan sakit, kini giliran Doktif yang memenuhi panggilan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis, 22 Januari 2026.
Perempuan yang dikenal dengan ciri khas topengnya ini hadir untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan sang rival, Richard Lee.
Namun, pemandangan berbeda tampak saat kedatangannya. Doktif tiba sekitar pukul 18.50 WIB menggunakan kursi roda, lengkap dengan selang infus yang masih menempel di tangannya.
Hadir Meski Sakit, Sindir Pihak Sebelah?
Kondisi fisik yang lemah tidak menyurutkan langkah Doktif untuk mendatangi kantor polisi.
Dia mengaku memaksakan diri hadir demi menunjukkan sikap kooperatif, sebuah tindakan yang seolah menyindir Richard Lee, yang pada pemeriksaan sebelumnya sempat menghentikan proses BAP karena alasan kesehatan.
"Doktif sudah janji untuk kooperatif ya. Jadi ya sudah, akhirnya Doktif memaksain aja, sudahlah enggak apa-apalah datang ke sini. Kita penuhi panggilan penyidiknya," kata Doktif kepada awak media.
Ketika disinggung apakah kehadirannya dengan kondisi sakit ini merupakan sindiran bagi Richard Lee yang sempat absen atau menunda pemeriksaan, Doktif memberikan jawaban menohok.
Baca Juga: Viral Perempuan Diceraikan Sehari Usai Melahirkan, Suami Balikan ke Mantan
"Kalau ngerasa kesindir ya Doktif syukurin aja. Memang kondisinya kan memang seperti ini. Tapi bedanya, Doktif tetap berusaha untuk kooperatif, tetap berusaha hadir meskipun harus begini. Kita tunjukkan kalau kita taat hukum ya," tegasnya.
Pemeriksaan Ditunda Hingga Februari
Kuasa hukum Doktif, Teuku Muda, menjelaskan bahwa kliennya mengalami kelelahan fisik yang ekstrem. Jadwal padat mengisi acara edukasi di stasiun televisi hingga dini hari, ditambah kondisi cuaca ekstrem, membuat kondisi kesehatan Doktif menurun drastis.
Berdasarkan hasil observasi kesehatan tersebut, tim kuasa hukum mengajukan permohonan penundaan pemberian keterangan kepada penyidik. Permohonan ini pun dikabulkan.
"Berdasarkan dari hasil observasi kondisi kesehatan Ibu yang memang menurun, tim penyidik akhirnya menyimpulkan diberikan waktu untuk dilakukan penangguhan terkait pemberian keterangan pada hari ini," jelas Teuku Muda.
Dia menegaskan bahwa belum ada materi BAP yang dijawab hari ini. "Kami akan dijadwalkan balik lagi ke sini untuk memberikan keterangan itu pada tanggal 6 Februari mendatang," tambahnya.
Stres Memikirkan Nasib Richard Lee
Menariknya, Doktif mengaku bahwa penurunan kondisi kesehatannya bukan disebabkan rasa takut menghadapi status tersangkanya sendiri.
Berkata satire, dia justru mengaku "stres" memikirkan nasib Richard Lee yang terancam hukuman penjara cukup berat di kasus lain.
Doktif menyebut tekanan darahnya sempat tidak stabil, bahkan drop hingga angka 90/80, karena beban pikiran.
"Jujur Doktif stres banget. Stresnya bukan karena kasusnya Doktif ya, tapi lebih kepada memikirkan teman sejawat Doktif (Richard Lee). Dia dihadapi dengan ancaman 12 tahun itu kan ancaman yang bukan hal yang mudah," ungkap Doktif.
"Doktif benar-benar memikirkan, kok gimana ya perasaannya Doktif itu kok bisa membuat orang bisa jadi masuk penjara? Apa itu gak kepikiran sama sekali batinnya? Jadi stresnya Doktif tuh di situ," ucapnya menyambung.
Pastikan Tidak Ada Kata Damai
Meskipun mengaku memiliki beban moral terhadap nasib Richard Lee, Doktif menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan. Dia menolak opsi damai yang sempat ditawarkan pihak lawan.
Doktif merasa posisinya aman dari penahanan karena pasal yang disangkakan kepadanya (UU ITE) memiliki ancaman hukuman di bawah lima tahun.
"Tetap kita taati, tetap kita kooperatif meskipun sebenarnya Doktif nggak akan mungkin ditahan gitu ya? Karena ini ancamannya di bawah lima tahun," ujarnya.
Terkait wacana perdamaian, Doktif menutup wawancara dengan pernyataan tegas.
"Kalau untuk damai sih sebenarnya enggak mungkin ya... pokoknya intinya Doktif enggak mau damai," imbuhnya sebelum meninggalkan lokasi dengan kursi roda.
Sebagai informasi, kasus ini bermula dari konten-konten media sosial Dokter Detektif yang mengulas hasil uji laboratorium produk skincare milik Richard Lee. Doktif menuding adanya overclaim dan kandungan yang tidak sesuai pada produk White Tomato milik Richard Lee.
Akibat perseteruan ini, keduanya saling lapor dan kini sama-sama menyandang status tersangka.
Richard Lee ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsumen dan UU Kesehatan.
Sementara itu, Doktif ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Jakarta Selatan atas laporan Richard Lee terkait dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik.
Berita Terkait
-
Ada Kemungkinan Masa Penahanan Richard Lee Ditambah
-
Istri Richard Lee Diperiksa Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Masih Berjalan
-
Foto Richard Lee di Sel Bocor, Tim Kreatif Protes Keras dan Lapor Propam
-
Berkas Kasus dr Richard Lee Segera Rampung, Polisi Siapkan Pelimpahan ke Kejaksaan
-
Pengacara Beberkan Bukti, Laporan Shella Saukia Terhadap Doktif Naik ke Tahap Penyidikan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Dapat Uang Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi Usai Dibully, Guru Atun Malah Sumbangkan ke Anak Yatim
-
Cinta Laura Baru Bakal Kasih Syifa Hadju Kado Nikah saat Kencan Bareng
-
Syifa Hadju Nikah Pakai Wali Hakim, Sudah Tepatkah Secara Syariat?
-
Ayah Kandung Syifa Hadju Tidak Hadir di Pernikahan Anaknya, Apa Pekerjaannya?
-
Viral Anak Angkat Dituding Tak Tahu Balas Budi Usai Jadi Sarjana, Fakta Ibu Kandung Bikin Geger
-
Cek Fakta: Benarkah Icha Chellow Meninggal karena Dicekoki Miras?
-
Digelar Besar-besaran, Arak-Arakan Buaya dan Singa Warnai Ultah Anak Dedi Mulyadi
-
Siap Lepas Status Janda, Jennifer Coppen Bocorkan Rencana Nikah dengan Justin Hubner Tahun Ini
-
Di Balik Brutalnya Film Ikatan Darah, Derby Romero Kena Heatstroke hingga Aktor Babak Belur
-
Viral Kisah Haru Pemilik Bengkel Bantu Pejuang Kerja, Ujungnya Sama-Sama Nangis