Kamis, 29 Januari 2026 | 15:44 WIB
Kreator konten Abil Sudarman (Instagram/abilsudarman)

Suara.com - Kontent kreator Abil Sudarman mengaku mendapatkan serangan siber, tak lama setelah membuat konten yang membahas kejanggalan lowongan kerja Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Beberapa waktu lalu, Abil dalam kontennya sempat membahas soal janggalnya proses rekrutmen yang dilakukan oleh Komdigi.

Konselor karier itu mengatakan bahwa pelamar nantinya diarahkan ke tautan folder Google Drive.

Pelamar kemudian diminta mengunggah berbagai dokumen yang sifatnya pribadi ke dalam folder tersebut.

Namun yang paling disorot adalah fakta bahwa seluruh folder yang merupakan milik pelamar lain dan berisi data pribadi itu bisa diakses oleh pelamar lainnya.

"Masalahnya adalah, semua pelamar datanya kelihatan di Google Drive ini. Semua foldernya keliatan nama-namanya nih. Jadi lo mau ngelamar, lo bisa buka data pribadi milik pelamar lain. Kelihatan telanjang semua bisa dibuka," kata Abil melalui akun Instagramnya @abilsudarman pada Selasa (27/1/2026).

Abil menilai langkah Komdigi yang membuka lowongan kerja dengan akses yang memperlihatkan data pribadi itu justru bertentangan dengan komitmen Komdigi untuk menjaga data masyarakat Indonesia itu sendiri.

Lebih lanjuta, ia juga menegaskan bahwa langkah Komdigi itu secara jelas telah melanggar undang-undang pelindungan data pribadi yang diusulkan oleh Komdigi.

Baca Juga: Pakar Wanti-wanti Standar Keamanan Registrasi SIM Biometrik Komdigi

"Sudah jelas enggak boleh membongkar data pribadi, tapi ini dia membongkar sendiri," ujar Abil dalam videonya.

Kreator konten Abil Sudarman kritik loker Komdigi (Instagram/abilsudarman)

Tak lama setelah unggahannya itu viral, Abil mengaku mendapat banyak sekali serangan siber.

"Jam 1 siang tadi Ordal nerima sekitar 6.000 serangan siber ya, dan gue enggak mau bilang itu dari siapa, kita masih telursuri digital forensiknya seperti apa," kata Abil seperti yang diunggah akun @folkyogya, Kamis (29/1/2026)

Namun menurut Abil, serangan siber itu tidak mengambil data perusahaan ataupun data penting lainnya.

"Tapi yang jelas dilihat kalau dari motifnya dia enggak ngambil apa-apa," ujarnya.

Meski demikian konselor karier itu meyakini bahwa ada oknum yang sengaja ingin merusak situs resmi perusahaan yang didirikannya.

Load More