Di sana, dia meneliti dampak perubahan iklim terhadap ekosistem mangrove, termasuk dinamika karbon tanah dan stabilitas garis pantai.
Selain berkarier di luar negeri, Arya juga menjadi co-founder Lingkari Institute sejak 2020 yang berfokus pada konservasi sungai dan laut melalui riset serta edukasi.
Latar Belakang Keluarga
Nama Arya Iwantoro juga disorot karena latar belakang keluarganya yang dikenal di sektor birokrasi pertanian Indonesia.
Ayahnya, Syukur Iwantoro, pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 2019.
Dia juga sempat menduduki posisi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Kepala Badan Karantina Pertanian.
Dalam sejumlah pemberitaan, Syukur Iwantoro disebut menjabat sebagai Vice President Director di PT RMI-Mitr Phol Group.
Dia juga dikenal sebagai Ketua Umum Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) dan memiliki latar belakang pendidikan agribisnis.
Kontroversi LPDP
Baca Juga: Nyawa Siswa MTs Melayang, Dihantam Helm Oknum Brimob di Maluku
Nama Arya mulai "diburu" publik setelah muncul spekulasi mengenai statusnya sebagai alumni penerima beasiswa LPDP untuk jenjang S2 dan S3.
Publik kemudian menyoroti aturan 2N+1 yang mewajibkan penerima beasiswa kembali dan mengabdi di Indonesia setelah masa studi.
Isu yang beredar menyebut Arya telah menetap di Inggris selama lima tahun berturut-turut sehingga memicu dugaan pelanggaran kontrak.
Kontroversi ini bermula dari unggahan Tyas yang menyatakan kebahagiaannya atas status kewarganegaraan Inggris anak-anaknya.
Pernyataan tersebut menuai pro dan kontra karena dianggap sebagian warganet bertentangan dengan semangat nasionalisme penerima beasiswa negara.
Tyas telah menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui media sosial atas kegaduhan yang terjadi.
Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak LPDP terkait dugaan pelanggaran kontrak pengabdian tersebut.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Nyawa Siswa MTs Melayang, Dihantam Helm Oknum Brimob di Maluku
-
Tyas Penerima LPDP Banggakan Paspor WNA Dikuliti, Mertuanya Eks Pejabat Pernah Diperiksa KPK
-
Ada Rezeki Rp300 Ribu, Warga Sumenep Jatim Sampai Booking Tempat Tarawih dari Siang!
-
Dikecam karena Banggakan Paspor WNA, Penerima LPDP Dwi Sasetyaningtyas Minta Maaf
-
Viral Alumni LPDP Bangga Anak Bukan WNI, Melaney Ricardo Beri Pesan Menohok
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Konflik dengan Ibu Jalan Dua Tahun, Ratu Sofya Mulai Kelelahan
-
Adili Idola Edisi Pertama Tayang di Netflix: Ketika Fedi Nuril Dihajar Roasters Habis-habisan
-
Bukan Adegan Seks, Ratu Sofya Tolak Promosi Film karena Haknya Belum Dipenuhi
-
Ratu Sofya Bantah Somasi Ibunya Sendiri, Kronologi yang Dijelaskan di Luar Dugaan
-
Hera eks ART Diduga Bagikan Foto Anak-Anak Erin Taulany di FB Pro, Biar Dapat Cuan
-
Viral Istri Rutin Suntik KB Padahal Suami Pulang Setahun Sekali, Komentar Liar Bermunculan
-
Pengacara Klaim Rekaman CCTV Perlihatkan Tangan Erin Taulany Ditarik Paksa Hera eks ART
-
BURN: Trance Metal Karya Isyana Sarasvati Dobrak Arus Utama
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Main ke Solo, Omar Daniel dan Jeremie Moeremans Cerita Makna Film Keluarga Suami Adalah Hama