Entertainment / Gosip
Senin, 23 Februari 2026 | 15:54 WIB
Lisnawatii ibunda Nizam Syafei (berhijab hitam) didampingi kuasa hukumnya, Krisna Murti (kiri) melaporkan kasus putra kandungnya yang dianiai ibu tiri ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Senin (23/2/2026). [Rena Pangesti/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya pembengkakan organ dalam dan keretakan di kepala belakang akibat benturan benda tumpul.
  • Sampel organ telah dibawa ke Jakarta untuk uji laboratorium guna mendeteksi adanya zat berbahaya atau zat mematikan.
  • Meski TR (ibu tiri) membantah melakukan kekerasan, ayah Nizam mengungkap bahwa pelaku pernah dilaporkan atas kasus KDRT tahun lalu.

Suara.com - Teka-teki penyebab kematian Nizam Syafei, bocah berusia 12 tahun yang diduga menjadi korban kekerasan ibu tirinya (TR), mulai menemukan titik terang.

Hasil autopsi sementara menunjukkan adanya sejumlah luka serius pada tubuh korban.

Kecurigaan terhadap TR awalnya menguat berdasarkan isyarat terakhir Nizam. Sebelum mengembuskan napas terakhir di rumah sakit, Nizam yang saat itu dalam kondisi kritis sempat menunjuk ke arah ibu tirinya meskipun dengan kondisi terbata-bata.

Mira sebagai tim kuasa hukum ibu kandung Nizam, Lisnawati, mengatakan bahwa proses autopsi awal telah dilakukan oleh pihak kepolisian Sukabumi untuk mencari penyebab pasti kematian.

"Ditemukan adanya pembengkakan pada beberapa organ dalam tubuh Nizam," ujar Mira saat ditemui di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin, 23 Februari 2026.

Senada dengan Mira, pengacara Krisna Murti juga membeberkan temuan medis terkait adanya trauma akibat benda tumpul.

"Kami menerima informasi bahwa ada retakan di bagian belakang kepala korban yang diduga kuat akibat benturan benda tumpul," jelas Krisna.

Meskipun hasil awal sudah keluar, penyelidikan belum berakhir. Sebagian sampel organ tubuh Nizam kini telah dibawa ke laboratorium di Jakarta untuk pemeriksaan lebih mendalam.

"Kami masih menunggu hasil lengkapnya. Selain mencari bukti kekerasan fisik, tim medis juga akan meneliti apakah terdapat zat-zat berbahaya atau mematikan di dalam tubuh korban," tambah Mira.

Baca Juga: Hingga Meninggal, Nizam Korban Penganiayaan Ibu Tiri Tak Tahu Ibu Kandungnya Masih Hidup

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka. TR, sang ibu tiri, secara tegas membantah tuduhan bahwa dirinya telah melakukan penganiayaan, termasuk isu mengenai penyiraman air panas.

"Tuduhan soal menyiram air panas itu tidak benar. Jika ada kulit yang melepuh, itu karena panas dalam. Saya tidak sekejam yang dituduhkan," dalih TR melalui unggahan video di media sosial.

Namun, pembelaan TR berbanding terbalik dengan pernyataan suaminya sekaligus ayah kandung Nizam, Anwar Satibi. Anwar mengungkapkan bahwa istrinya tersebut sebenarnya memiliki rekam jejak temperamental dan pernah ia laporkan atas kasus KDRT.

"Tahun lalu dia sempat saya laporkan. Dia bahkan sampai bersujud memohon agar laporan dicabut dan berjanji ingin bertobat serta menjadi orang baik," kata Anwar.

Load More