Entertainment / Gosip
Senin, 23 Februari 2026 | 17:18 WIB
Lisnawatii ibunda Nizam Syafei (berhijab hitam) melaporkan kasus putra kandungnya yang dianiai ibu tiri ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Senin (23/2/2026). [Rena Pangesti/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Nizam diduga tewas akibat kekerasan ibu tiri setelah bertahun-tahun dipisahkan dari ibu kandungnya.
  • Ibu kandung Nizam, Lisnawati, ternyata merupakan korban kekerasan berat oleh mantan suaminya (ayah Nizam) di masa lalu.
  • Komunikasi antara ibu dan anak diputus secara paksa oleh sang ayah dengan kebohongan bahwa Lisnawati telah meninggal dunia.

Suara.com - Lisnawati, ibu kandung dari almarhum Nizam Syafei, melaporkan kasus kematian tragis putranya ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Nizam diduga meninggal dunia akibat kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya yang berinisial TR.

Kesedihan mendalam menyelimuti Lisnawati, terutama karena ia sama sekali tidak mengetahui bahwa putranya selama ini menderita di bawah asuhan sang ibu tiri.

Sejak bercerai dari ayah Nizam, Anwar Satibi, beberapa tahun lalu, akses Lisnawati untuk bertemu darah dagingnya sendiri seolah tertutup rapat.

Di balik kasus kematian Nizam, terungkap fakta kelam mengenai pernikahan Lisnawati terdahulu. Kuasa hukum Lisnawati, Mira, mengungkapkan bahwa kliennya adalah korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang sangat ekstrem oleh Anwar Satibi.

"Saat masih berumah tangga, Lisnawati mengalami penyiksaan fisik oleh suaminya," ujar Mira saat ditemui di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin, 23 Februari 2026.

Kekejaman tersebut bahkan sudah dimulai sejak Nizam masih dalam kandungan. Anwar pernah melontarkan kalimat dalam bahasa Sunda yang sangat menyakitkan.

"Mati saja sekalian dengan anak yang di dalam perutmu itu," demikian kata-kata kasar tersebut.

Tak hanya verbal, Mira juga membeberkan bahwa rambut Lisnawati pernah dipotong secara paksa menggunakan golok oleh mantan suaminya tersebut. Rentetan kekerasan inilah yang akhirnya memicu perceraian mereka.

Baca Juga: Hasil Awal Autopsi Jenazah Anak Dianiaya Ibu Tiri: Organ Bengkak dan Retakan di Tulang Kepala

Pertemuan terakhir Lisnawati dengan Nizam terjadi saat sang putra masih berusia 7 tahun. Kala itu, Nizam yang bercita-cita menjadi seorang kiai berpamitan untuk melanjutkan pendidikan di sebuah pesantren. Namun, momen tersebut menjadi perpisahan selamanya.

Selama bertahun-tahun hingga Nizam mengembuskan napas terakhir, Lisnawati tidak pernah diizinkan bertemu anaknya. Komunikasi mereka diputus secara sepihak oleh Anwar dengan cara yang sangat keji: membohongi Nizam bahwa ibu kandungnya telah meninggal dunia.

Load More