Entertainment / Gosip
Rabu, 04 Maret 2026 | 15:02 WIB
Potret Hamish Daud (Instagram/hamishdw)
Baca 10 detik
  • Hamish Daud tetap berangkat umrah pada 4 Maret 2026 meski konflik Iran-AS sedang memanas.
  • Keputusan ini diambil setelah mendapat konfirmasi aman dari pihak agen perjalanan dan belum adanya larangan resmi pemerintah.
  • Hamish pergi sendirian selama satu minggu dengan tujuan utama untuk menenangkan diri di tengah situasi global yang mencekam.

Suara.com - Aktor Hamish Daud memastikan tetap berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah pada Rabu pagi, 4 Maret 2026.

Ia umrah di tengah memanasnya konflik militer antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang kembali bergejolak sejak akhir Februari lalu.

Mantan suami penyanyi Raisa ini mengaku tidak memiliki persiapan khusus meski situasi di Timur Tengah sedang mencekam.

"Enggak, enggak ada persiapan. Besok pagi saja berangkat," ujar Hamish kepada awak media saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 3 Maret 2026,

Sejumlah jemaah maupun figur publik dikabarkan sempat ragu hingga menunda perjalanan religi mereka akibat eskalasi perang yang melibatkan serangan udara besar-besaran di wilayah Iran.

Namun, Hamish mengaku telah berkomunikasi dengan pihak agen perjalanan untuk memastikan keamanan rute penerbangan dan lokasi ibadah di Arab Saudi.

"Situasi memang kurang ini ya, kurang bagus... I don't know, cuma pas ngomong sama travel agent di situ katanya aman-aman aja," katanya.

Pria 45 tahun ini menegaskan bahwa dirinya terus memantau perkembangan situasi dan kebijakan luar negeri.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada larangan terbang atau pembatalan resmi dari pemerintah Indonesia terkait perjalanan ke Arab Saudi.

Baca Juga: Perang Iran dengan ASIsrael Memanas, UN Women Ingatkan Risiko pada Perempuan

"Itu kan beda, beda lokasi dan saya selalu pantau dan belum ada pengumuman dari pemerintah di sini. Jadi so far sih so good, belum ada yang cancellation," lanjutnya.

Keberangkatan Hamish kali ini juga bertepatan dengan momen menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan.

Saat ditanya mengenai rencana mengejar malam Lailatul Qadar di Mekkah, Hamish mengungkapkan bahwa tujuan utamanya adalah mencari ketenangan di tengah padatnya aktivitas dan kebisingan isu global.

"Saya cuma ingin pergi ke sana dan menjernihkan pikiran," ujarnya dalam bahasa Inggris.

Meski tetap berangkat, Hamish tidak menampik adanya rasa khawatir terkait dampak konflik Iran - AS yang memengaruhi stabilitas kawasan, termasuk keamanan jalur udara komersial.

"Iya... mudah-mudahan aman semuanya ya," tambah Hamish.

Load More