Entertainment / Gosip
Jum'at, 06 Maret 2026 | 17:45 WIB
Di tengah perang Iran vs AS-Israel, Kim Jong Un malah mecoba kapal perusak terbaru, Choe Hyon, di lepas pantai Nampo, Rabu, 4 Maret 2026. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Kim Jong Un menguji coba kapal perusak terbaru, Choe Hyon, pada Rabu, 4 Maret 2026, di lepas pantai Nampo.
  • Pemimpin Korea Utara memantau langsung uji navigasi serta peluncuran rudal jelajah strategis dari kapal tersebut.
  • Kapal perang itu merupakan platform serangan bersenjata nuklir yang dipersiapkan menargetkan pangkalan militer AS di Pasifik.

Suara.com - Saat Washington sibuk meladeni Teheran dalam perang terbuka yang menyita perhatian global, Kim Jong Un rupanya enggan dilupakan begitu saja. 

Pemimpin Korea Utara tersebut memilih "bermain sendiri" dengan menguji coba kapal perusak terbaru, Choe Hyon, di lepas pantai Nampo, Rabu, 4 Maret 2026.

Media pemerintah KCNA melaporkan pada Kamis, 5 Maret 2026, bahwa Kim menaiki langsung kapal perang tersebut untuk memantau uji navigasi dan peluncuran rudal jelajah strategis. 

Langkah ini dinilai sebagai sinyal keras, meski Amerika Serikat tengah teralihkan oleh konflik sengit melawan Iran, ancaman nuklir dari Semenanjung Korea tetap nyata dan makin mendekat ke laut lepas.

Dalam foto dan video yang dirilis, Kim tampak serius mengamati peta di meja komando kapal.

Analisis dari NK News menyebutkan peta tersebut secara spesifik menandai lokasi pangkalan-pangkalan militer AS di Pasifik. 

Hal ini mempertegas bahwa Choe Hyon bukan sekadar kapal patroli, melainkan platform serangan "bersenjata nuklir" yang disiapkan untuk menargetkan aset strategis musuh.

Di atas geladak kapal perusak pertama Korea Utara itu, Kim Jong Un memberikan instruksi ambisius kepada para laksamananya. 

Dia tak ingin angkatan lautnya tertinggal saat poros kekuatan dunia sedang bergeser akibat perang di Timur Tengah.

Baca Juga: Profesor Jiang Xueqin Prediksi AS Kalah Perang dengan Iran

Militer Korea Selatan membenarkan manuver tetangganya tersebut.

Pihak Seoul menyatakan radar mereka mendeteksi "beberapa" rudal jelajah ditembakkan dari kapal tersebut pada Rabu pagi. 

Uji coba ini disebut sebagai tahap akhir sebelum Choe Hyon resmi beroperasi penuh.

Kehadiran Choe Hyon menandai evolusi drastis militer Pyongyang.

Jika sebelumnya mereka hanya mengandalkan armada kapal selam tua untuk gangguan laut, kini Kim Jong Un memiliki kapal permukaan berbobot lima ribu ton yang mampu membawa hulu ledak nuklir taktis. 

Load More