- Lagu Holiday kembali menjadi simbol protes karena kemiripan invasi masa lalu dengan eskalasi militer di Timur Tengah saat ini.
- Judul Holiday merupakan kritik pedas bagi masyarakat yang memilih menjadi penonton pasif dan "berlibur" dari empati saat perang berkecamuk.
- Liriknya secara tajam menelanjangi ambisi sumber daya energi dan manipulasi ideologi yang sering menjadi penggerak utama peperangan.
Suara.com - Eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran sejak Sabtu pekan lalu bukan cuma mengguncang peta geopolitik, tetapi juga membangkitkan kembali memori kolektif lewat musik.
Lagu Holiday milik Green Day, yang lahir hampir dua dekade silam, terasa sangat relevan dengan situasi panas hari ini.
Dirilis pada 2005 dalam album legendaris American Idiot, Holiday sejatinya adalah surat protes yang ditulis Billie Joe Armstrong pada 2003 sebagai respons atas invasi AS ke Irak.
Kini, ketika sejarah seolah berulang dengan keterlibatan militer AS di Timur Tengah, distorsi gitar Green Day bukan lagi sekadar nostalgia punk rock, melainkan kritik tajam terhadap kebijakan perang.
Judul Holiday dipilih bukan untuk merayakan kesenangan. Sebaliknya, Armstrong mencomot gaya sarkasme untuk menyentil masyarakat yang memilih "berlibur" dari hati nurani mereka.
Di saat rudal menghujam wilayah asing, banyak warga dunia pada saat itu, yang malah bersikap apatis. Mereka hanya menonton tragedi tersebut lewat layar ponsel layaknya hiburan belaka.
Metafora ini menjadi tamparan keras bagi siapa pun yang memilih menjadi penonton pasif di tengah krisis kemanusiaan. Padahal ada banyak cara untuk melawan narasi peperangan.
Lirik yang Cerdas
Frasa ikonik "Sieg Heil to the president Gasman" secara telak menyoroti penyalahgunaan kekuasaan dan ambisi terhadap komoditas energi seperti minyak dan gas yang kerap menjadi motif tersembunyi di balik konflik Timur Tengah.
Baca Juga: Kena Jebakan Rusia, Reza Pahlavi Rela Negaranya Dibom dan Sebut "Perang Salib"
Kemudian, lewat diksi "Faith and Misery", Armstrong secara cerdas menggambarkan narasi idiologi yang sering dipelintir untuk menggelar karpet merah bagi kekerasan.
Lagu ini juga mengajak pendengar untuk "dream and differ", melawan narasi arus utama yang digaungkan negara adidaya.
Akhir kata, lagu ini kembali menjadi pengingat bahwa jangan sampai kita "mengambil cuti" dan "berlibur" dari rasa kemanusiaan hanya karena bom tersebut jatuh jauh dari rumah kita.
Berita Terkait
-
Barbar! Serangan AS Sasar Bangunan Dekat RS Kanker Anak di Iran, 211 Pasien Dievakuasi
-
Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Amerika Serikat Balas Serangan ke Iran, Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz
-
Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki
-
Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU
-
Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea
-
Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas
-
Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program
-
PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus
-
Fabio Quartararo Gabung Honda, Separuh Kursi MotoGP 2027 Sudah Terisi