Entertainment / Gosip
Senin, 09 Maret 2026 | 13:19 WIB
Ibu Ini Ngamuk Bawa Massa Geruduk RS yang Diduga Lakukan Malpraktik Bayinya. (Instagram)

"Point ini wajar tetapi resume medik hanya diberikan pada keluarga atau wakil keluarga yang sah menurut hukum," jawabnya dalam postingan makassar_iinfo.

Pihak rumah sakit menilai bahwa nominal ganti rugi yang diajukan tidak memiliki landasan hukum yang kuat karena pembuktian kesalahan medis belum dilakukan secara sah.

"Poin kedua meminta sejumlah rupiah yang besar sekali. Hal lain yang membuat kami bingung, permintaan jumlah besar rupiah berarti ini masuk dalam ranah permintaan ganti rugi secara perdata," jelasnya.

Ia juga menekankan prinsip hukum yang berlaku di Indonesia terkait pembuktian perkara.

"Dalam ilmu hukum perdata yang diatur dalam pasal 1865 KUH Perdata atau pasal 163 HIR yang dikenal prinsip Actori Incumbit Onus Probandi. Asas ini mengandung arti siapa yang mendalilkan dialah yang membuktikan," tambahnya.

RSIA Paramount merasa keberatan jika langsung dinyatakan bersalah sebelum ada proses hukum yang jelas, mengingat keluarga sendiri masih meminta kronologi kejadian. Nadjib mempertanyakan logika somasi tersebut.

"Bagaimana mau membuktikan bila kronologis saja belum tahu secara jelas. Inilah yang membuat kami bingung," ujarnya.

Di sisi lain, Humas RSIA Paramount, Vian, menjelaskan versi kronologi dari sisi medis.

Menurutnya, pembengkakan terjadi karena kondisi phlebitis atau peradangan pembuluh darah vena yang dipicu oleh pergerakan bayi yang tidak terkontrol serta ukuran vena yang kecil.

Baca Juga: Pria Pergoki Calon Istri Check In dengan Suami Orang Seminggu Jelang Akad Nikah, Videonya Viral

Terkait luka "berlubang" yang viral di media sosial, Vian menjelaskan bahwa itu adalah bekas tindakan operasi debridemen yang dilakukan pada 9 Februari untuk mengangkat jaringan mati dan mengeluarkan nanah akibat abses.

Kondisi abses tersebut baru muncul setelah pasien pulang dari rumah sakit dan tidak segera kembali ke UGD saat diarahkan oleh dokter.

Meski sudah diklarifikasi pihak RS, ada beberapa kasus serupa yang terjadi pada pasien lainnya.

Bahkan ada netizen yang mengungkapkan kalau keluarganya pernah jadi korban juga.

"Kakakku pernah jadi korbannya tahun lalu. Meninggal saat melahirkan di sana," komentar netizen.

Load More